Kaze no Uta (15)
Cast: Inoo Kei, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, friendly
Rating: T
*****
**Inoo POV**
Ini sudah tahun ke-3 setelah kepergian Yuki ke Amerika, dan sampai
detik ini kami tidak pernah saling mengabari satu sama lain. Terakhir
kali kudengar suaranya saat dia menelfon lewat saluran umum pada Agustus
2 tahun lalu, dan semenjak itu tidak terdengar kabar lagi darinya. Aku
dan Sayaka telah berhenti juga menvari koneksi padanya, entah apa yg
telah terjadi, tapi semua telah berlalu. Kami telah lulus SMA, aku dan
sayaka memutuskan memasuki Universitas Meiji, aku mengambil jurusan
arsitek yg kuimpikan, dan Sayaka di modeling.
Aku duduk di bangku
itu lagi, di taman yg sama, hari yang sama, pemandangan yg sama, meski
ada satu hal yg berbeda, yaitu kehadiranmu. Tapi taukah kau? Aku sudah
menemukan angin yg baru sekarang, menyerukanku tentang indahnya dunia
dengannya, menggambarkan dunia melalui desirnya. Aku tidak tau, mungkin
aku ini brengsek, tapi perasaan tidak dapat dibohongi kan? Kau yg
mengatakanny padaku.
"kau jangan melamun, orang bilang kau bisa gila jika terlalu lama duduk dibawah Sakura"
sebuah suara Sopran yg sangat kukenali menghinggapi gendang telingaku,
menyibak ketermanguanku dengan suara halus itu. Aku tau betul pemilik
suara itu.
Aku berbalij menatapnya, ia berdiri di belakangku, dengan
jaket merah muda layaknya Sakura yg bermekaran, celana panjang dan
sepatu boot berwarna soft nampak cocok dengannya saat ini. Wajah manis
nan tembem pipinya terlihat semakin mempercantik penampilannya.
"kau sudah sampai rupanya" ucapku melempar senyum.
"ayo" ajaknya.
Aku berdiri dan beranjak dari tempat dudukku, meninggalkan bunga sakura yg jatuh berguguran.
Kami berjalan beriringan, pandangan kami lurus ke depan, kami saling
menggenggam tangan, semakin erat karna suhu mulai tak bersahabat. Ini
masih musim semi, namun angin dingin terasa menghembus ringan menembus
pelapis tubuh kami.
"ingin minum kopi?" tanyaku pada Sayaka.
"mm. Tentu"
aku menuju kedai kopi terdekat yg bisa kujangkau, ini bukan
kebiasaanku, karna aku biasanya menikmati aroma dan rasa kopi kelas atas
di restoran bintang lima nan mahal. Tapi semenjak bersama Sayaka, semua
seakan tak kuperdulikan.
Baiklah, aku mungkin brengsek, tapi aku
benar2 tidak bisa menyembunyikan perasaanku pada Sayaka. Semenjak
kepergian Yuki ke Amerika, aku semakin dekat dengan Sayaka, bahkan aku
menyatakan perasaanku padanya. Aku mencintai Sayaka lebih dari apapun,
dan menerima Yuki adalah satu kesalahan bagiku, dan kini kesalahan itu
semakin besar, bagaimana jika Yuki mengetahui hubungan kami? Aku yakin
dia akan sangat sedih.
Kami putuskan untuk menjalani hubungan ini, dan siap memberitaukannya pada Yuki nanti.
**End Inoo POV**
kedua insan itu nampak mesra dibawah naungan sakura yg dengan indahnya
jatuh berguguran, dua cup kopi panas menemani kemesraan itu.
"Inoo-chan..." lenguh sang gadis di dalam pelukan sang pria.
"hmm?"
"ada sesuatu yg harus kau tau."
"nani?" Inoo bersama tampang polos bingungnya menanggapi pernyataan Sayaka.
"Yuki-chan, akan kembali ke Jepang pada akhir musim semi..."
DEG....
Kalimat barusan bak sebuah batu pejal yg menghantam dada Inoo,
membuatnya seolah ingin memuntahkan semua kopi yg telah diteguknya
sedikit demi sedikit.
"dari mana kau tau?"
"kemarin, Yuki menelfon dan mengabarkan hal ini. Tapi..., aku merasa aneh..."
"maksudmu?"
"nada suara itu, bukanlah Miyuki yg kukenal, dia seharusnya lebih ceria
mengatakannya, tapi kali ini berbeda. Ia seperti, menyembunyikan
kesedihan, sesuatu yg penting, tapi dia tidak mengatakannya. Aku
khawatir..." ucap Sayaka miris.
Inoo mengeratkan pelukannya, ia benar2 tidak tega melihat kekasihnya seperti ini.
"daijobu da yo, dia akan baik2 saja" ucap Inoo mencoba menenangkan Inoo 'dan akan kukatakan padanya soal hubungan kita'
sambungnya dalam hati.
Waktu berlalu, musimpun berganti, seperti kabar sebelumnya, Sayaka
telah menunggu kepulangan Miyuki di bandara, sore itu nampak mendung,
tapi hal itu tak menghentikannya utk menemui sahabatnya, Inoo tak
menemaninya karna dia punya mata kuliah tambahan.
Sekitar 30 menit
Sayaka menunggu, akhirnya pesawat yg mengangkut sahabatnya mendarat.
Dengan penuh antusias Sayaka menunggu di depan pintu penurunan
penumpang.
Ia ditel melihat setiap penumpang, dan pandangannya
tertuju pada 2 sosok paruh baya yg dikenalnya, yg merupakan paman dan
bibi sahabat karibnya, juga sebuah siluet di atas kursi roda yg
mengenakan jaket dan kupluknya sehingga wajahnya tidak kentara. Sayaka
melambaikan tangannya, kedua org itu mendorong kurai roda tersebut
menghampiri Sayaka.
"Sayaka-san, sudah lama menunggu?" tanya Nakayama.
"tidak begitu lama paman"
"paman, apa itu Saya-chan?" tanya sosok berjeket tersebut.
"Yuki-chan? Aku sangat merindu..."
kata2 Sayaka langsung terputus saat org yg diyakini sebagai Miyuki
sahabatnya itu menengadah dan memperlihatkan wajah dan kondisinya, satu
kata, mengerikan.
Tbc.....
blog ini hanyalah blog amatiran, adminnya juga suka ngilang, jadi mohon maaf atas ketidakpuasannya. isi blog ini bermacam-macam, silahkan nikmati seadanya.
Sabtu, 08 Februari 2014
Kaze no Uta (14)
Cast: Inoo Kei, Syaka Yamamoto, Miyuki Watanabe, dll
Genre: friendly, romance
Rating: T
*****
Miyuki mengatakan rencananya terhadap Sayaka karibnya, air matanya tak tertahankan saat mengatakan semua hal tersebut, tapi sayaka menenangkannya dan meyakinkannya akan pilihannya.
keesokan harinya, di kelas Inoo, seperti biasa, saat jam istirahat tiba dan bel sekolah berdering kencang, ia akan keluar dari kelasnya menuju kelas kekasihnya, Miyuki dan mengajaknya makan siang bersama. Dengan wajah datarnya yang khas, Inoo melangkah menuju kelas Miyuki dengan penuh khidmat tanpa memperdulikan tatapan liar dan aneh dari kebanyakan siswi dijalan tempatnya berlalu. Ketika sampai di ambang pintu ruangan tujuannya, ia berhenti sejenak, lalu kembali melangkah dan membuka pintu tersebut. Mata onyxnya yg indah bak malam sunyi iyu menggerliya menyapu seluruh sudut ruangan, mencoba menemukan sosok siluet yang telah menemani hatinya selama beberapa bulan ini. Namun selama 5 menit terakhir ia berdiri di sana, tak terlihat segetirpun potongan tubuhnya, atau uraian blondienya yg cantik, apalagi suara emasnya yg mempesona itu. yang ia dapati hanya sosok gadis yang selama ini telah menjadi sahabat karib kekasihnya, duduk dibangkunya bersama pandangannya mengambang ke arah jendela.
Posisi dan ekspresi itu memancing rasa penasaran Inoo, iapun beranjak lebih jauh menghampiri gadis yg sedang termenung itu.1
"apa yang kau pikirkan?" sapa Inoo dgn nada datar beserta wajah datarnya juga yg satu paket.
Sayaka sedikit terheyak, tapi segera menyadari sosok itu sesaat setelah mendengar suaranya. ia menoleh, menatap sendu kearah Inoo. onyx bertemu onyx.
"ada apa?" tanya Inoo keheranan dengan tatapan sayaka.
sayaka menggeleng.
"apa kau melihat Yuki? dari tadi aku tidak bisa menangkap sosoknya di manapun, apa dia sakit dan tidak masuk sekolah?"
DEG...
Sayaka merasa tertohok oleh pertanyaan tersebut, ia seperti ditusuk ribuan jarum. apa yg harus dikatakannya pada Inoo utk menjelaskan situasi ini? tidak, ia harus berani.
Sayaka berdiri dari duduknya "ikut aku" ucapnya lirih sambil berjalan meninggalkan Inoo.
"oi, kau belum mengatakan padaku alasannya"
"ikut saja, akan kukatakan semuanya" jawab Sayaka ketus.
Inoo hanya memandangnya datar.
*****
"apa yg kau katakan? kenapa kau baru memberitahuku?" ucap Inoo sedikit marah.
angin bertiup lembut, menampar halus pipi porcelain kedua org tersebut, sembari membisikkan nada kesedihan diambang daun telinga.
"dia yang menginginkannya, dia tidak ingin cintamu padanya dibatasi oleh rasa kasihanmu." jawab Sayaka semakin lirih.
"tapi tetap saja kan... lalu dia menganggapku apa?"
"taukah kau, siapa yg paling dipikirkannya sat ia hendak tidur? kaulah orangnya..." Sayaka mulai terisak kecil, ia berdiri menghadap Inoo yg menatapnya datar "hikss..., taukah kau siapa yg namanya selalu terukir di buku hariannya setiap hari di tiap lembarnya? kaulah orangnya..., hiks..., dan apa kau tau siapa orang yang selalu diceritakannya padaku ketika dia bangun tidur dan memimpikan seseorang dalam tidurnya? kaulah orangnya. jadi jangan berpikir bahwa kau itu tidak berharga baginya..., hiks..., dia mencintaimu lebih dari dirinya sendiri, karna itu dia tak mau melihatmu mengasihaninya dan berusaha terus kuat, ia ingin berada disampingmu dengan ketegarannya..., hiks... dan lagi..." Sayaka tak bisa menahan buliran air matanya, semua tumpah dari kedua buah manik Onyxnya yg indah itu, berusaha menutupinya dgn kedua telapak tangannya. saat ia merasa bahwa ia telah selesai, Sayaka kembali terkejut. sepasang lengan kekar merebah memeluknya, memberikan dirinya kehangatan atas kesedihannya. ia tau tangan siapa itu, ia tahu pemiliknya, ingin rasanya ia mengelak dan menepis lengan itu, tapi ia tidak kuasa melakukannya. kehangatannya terlalu masuk ke dalam, dan tidak dapat dipungkiri bahwa Sayakapun menginginkan kehangatan itu.
"jangan menangis, ini akan terlihat lebih baik. tetaplah bersamaku, aku akan menjagamu sampai si pirang itu datang kembali. aku berjanji"
dan kalimat itu sukses membuat Sayaka terkejut.
TBC......
Cast: Inoo Kei, Syaka Yamamoto, Miyuki Watanabe, dll
Genre: friendly, romance
Rating: T
*****
Miyuki mengatakan rencananya terhadap Sayaka karibnya, air matanya tak tertahankan saat mengatakan semua hal tersebut, tapi sayaka menenangkannya dan meyakinkannya akan pilihannya.
keesokan harinya, di kelas Inoo, seperti biasa, saat jam istirahat tiba dan bel sekolah berdering kencang, ia akan keluar dari kelasnya menuju kelas kekasihnya, Miyuki dan mengajaknya makan siang bersama. Dengan wajah datarnya yang khas, Inoo melangkah menuju kelas Miyuki dengan penuh khidmat tanpa memperdulikan tatapan liar dan aneh dari kebanyakan siswi dijalan tempatnya berlalu. Ketika sampai di ambang pintu ruangan tujuannya, ia berhenti sejenak, lalu kembali melangkah dan membuka pintu tersebut. Mata onyxnya yg indah bak malam sunyi iyu menggerliya menyapu seluruh sudut ruangan, mencoba menemukan sosok siluet yang telah menemani hatinya selama beberapa bulan ini. Namun selama 5 menit terakhir ia berdiri di sana, tak terlihat segetirpun potongan tubuhnya, atau uraian blondienya yg cantik, apalagi suara emasnya yg mempesona itu. yang ia dapati hanya sosok gadis yang selama ini telah menjadi sahabat karib kekasihnya, duduk dibangkunya bersama pandangannya mengambang ke arah jendela.
Posisi dan ekspresi itu memancing rasa penasaran Inoo, iapun beranjak lebih jauh menghampiri gadis yg sedang termenung itu.1
"apa yang kau pikirkan?" sapa Inoo dgn nada datar beserta wajah datarnya juga yg satu paket.
Sayaka sedikit terheyak, tapi segera menyadari sosok itu sesaat setelah mendengar suaranya. ia menoleh, menatap sendu kearah Inoo. onyx bertemu onyx.
"ada apa?" tanya Inoo keheranan dengan tatapan sayaka.
sayaka menggeleng.
"apa kau melihat Yuki? dari tadi aku tidak bisa menangkap sosoknya di manapun, apa dia sakit dan tidak masuk sekolah?"
DEG...
Sayaka merasa tertohok oleh pertanyaan tersebut, ia seperti ditusuk ribuan jarum. apa yg harus dikatakannya pada Inoo utk menjelaskan situasi ini? tidak, ia harus berani.
Sayaka berdiri dari duduknya "ikut aku" ucapnya lirih sambil berjalan meninggalkan Inoo.
"oi, kau belum mengatakan padaku alasannya"
"ikut saja, akan kukatakan semuanya" jawab Sayaka ketus.
Inoo hanya memandangnya datar.
*****
"apa yg kau katakan? kenapa kau baru memberitahuku?" ucap Inoo sedikit marah.
angin bertiup lembut, menampar halus pipi porcelain kedua org tersebut, sembari membisikkan nada kesedihan diambang daun telinga.
"dia yang menginginkannya, dia tidak ingin cintamu padanya dibatasi oleh rasa kasihanmu." jawab Sayaka semakin lirih.
"tapi tetap saja kan... lalu dia menganggapku apa?"
"taukah kau, siapa yg paling dipikirkannya sat ia hendak tidur? kaulah orangnya..." Sayaka mulai terisak kecil, ia berdiri menghadap Inoo yg menatapnya datar "hikss..., taukah kau siapa yg namanya selalu terukir di buku hariannya setiap hari di tiap lembarnya? kaulah orangnya..., hiks..., dan apa kau tau siapa orang yang selalu diceritakannya padaku ketika dia bangun tidur dan memimpikan seseorang dalam tidurnya? kaulah orangnya. jadi jangan berpikir bahwa kau itu tidak berharga baginya..., hiks..., dia mencintaimu lebih dari dirinya sendiri, karna itu dia tak mau melihatmu mengasihaninya dan berusaha terus kuat, ia ingin berada disampingmu dengan ketegarannya..., hiks... dan lagi..." Sayaka tak bisa menahan buliran air matanya, semua tumpah dari kedua buah manik Onyxnya yg indah itu, berusaha menutupinya dgn kedua telapak tangannya. saat ia merasa bahwa ia telah selesai, Sayaka kembali terkejut. sepasang lengan kekar merebah memeluknya, memberikan dirinya kehangatan atas kesedihannya. ia tau tangan siapa itu, ia tahu pemiliknya, ingin rasanya ia mengelak dan menepis lengan itu, tapi ia tidak kuasa melakukannya. kehangatannya terlalu masuk ke dalam, dan tidak dapat dipungkiri bahwa Sayakapun menginginkan kehangatan itu.
"jangan menangis, ini akan terlihat lebih baik. tetaplah bersamaku, aku akan menjagamu sampai si pirang itu datang kembali. aku berjanji"
dan kalimat itu sukses membuat Sayaka terkejut.
TBC......
Kaze no Uta (13)
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe, dan sederet chara lainnya
Genre: Romance, Friendly
Rating: T
*****
Miyuki membuka pintu apartemennya sambil berharap dengan sangat bahwa yg mengetuk pintu kayu tersebut adalah sahabat karibnya. Tapi ketika pintu itu dibuka, ternyata bukanlah apa yg diinginkannya, malah sesuatu yg selama ini dihindarinya.
"a...ah..., ka kalian?" ucap Miyuki terbata2 saat melihat 2 sosok paruh baya yg berdiri tegap di hadapannya.
"lama tidak jumpa ya, Yuki-chan, kau tampak cantik. Tidak kusangka kau sudah sebesar ini." ucap seorang wanita yg bersama suaminya itu.
"Yoshiwaki, kita sudah tidak bertemu dengannya selama 12 tahun, harusnya kau membayangkan hal yg lebih baik lagi kan?" ucap sang suami.
"kau benar Nakayama, dia tampak lebih cantik. Bolehkah kami masuk sayang?"
Miyuki masih menatap mereka heran sebelum akhirnya mempersilahkan kedua org tua itu masuk kedalam apartemen sederhananya.
"jadi, apa yg ojii dan baa-san lakukan di sini?" tanya Miyuki.
Sepasang suami isteri ini adalah Yuma Nakayama dan Yoshiwaki Watanabe, mereka adl sanak saudara terdekat Miyuki.
"kami ingin menawarimu satu hal" ucap Yoshiwaki dgn nada serius.
"umm..?"
"kami ingin kau, Miyuki, ikut bersama kami ke Amerika minggu depan." jelas Nakayama.
Miyuki terkejut, napasnya tercekat, ia tidak percaya dgn hal yg didengarnya barusan.
"ini adl hal yg diinginkan oleh mendiang orang tuamu. Penyakitmu itu harus ditangani, jika tidak maka akan berakibat fatal nantinya. Kami hanya ingin yg terbaik untukmu." ucap Yoshiwaki.
"tapi..., aku tidak ingin pergi..., aku ingin tetap di sini, aku ingin bersama teman2ku" jawab Miyuki dgn nada sedih.
"kami paham akan hal itu sayang, tapi pikirkanlah, bukankah mereka akan lebih sedih lagi jika melihat kau kesakitan? Jika kita ke Amerika, mungkin masih ada peluang untuk menyembuhkannya." bujuk Yoshiwaki.
"kata dokter penyakitku ini sudah mencapai stadium akhir, aku hanya tinggal menunggu waktu menjemputku, karna itu..."
"jangan katakan hal yg bodoh!!" bentak Yoshiwaki "kau harus hidup! Bagaimanapun caranya, kau harus hidup. Orang tuamu menitipkanmu pada kami, dan kami telah berjanji untuk menepatinya"
"tapi untuk apa? Aku ini akan segera mati, paling tidak, aku ingin mati di pelukan orang2 yg kusayangi dan menyayangiku." ucap Miyuki.
"kami menyayangimu nak, karna itu kami tidak ingin kau pergi" ucap Nakayama.
"tapi..."
"percayalah nak, ini akan berhasil, kami akan mengusahakannya." ucap Yoshiwaki berusaha meyakinkan Miyuki.
Diam, tidak ada yg berbicara, Miyuki tengah berpikir apakah dia harus menerima tawaran itu atau tidak. Mati ditempat ini atau berusaha hidup?
Akhirnya setelah berkutat cukup serius dgn pikirannya, Miyukipun akhirnya memutuskannya.
****
Keesokan harinya, di Horikoshi Gakuen, semua nampak sama, tidak ada perbedaan, anak2 masuk pada jam 7.30 dan istirahat pada pukul 10.45, lalu pulang pada pukul 14.15.
Waktu berjalan, tapu Miyuki belum sempat mengatakan kejadian yg dialaminya dgn paman dan Bibinya beberapa hati yang lalu, baik kepada Sayaka maupun pada Inoo.
Hingga hari yg ditentukan itu tinggal menghitung Jam, Miyuki mulai memberanikan diri mengungkapkan semuanya. Sore itu, sepulang sekolah Miyuki pergi ke toko buku tempat Sayaka bekerja, dan ia merasa cukup senang melihat Sayaka masih berada di meja kasir dgn gaua khasnya yg tomboy.
Miyuki menghampiri karibnya itu.
"Bolehkah kita bicara sebentar?" tanya Miyuki. Sayaka cukup terkejut dgn kehadiran Miyuki yg tiba2.
"Yuki-chan, ingin bicara apa? Kau nampak serius sekali?"
Miyuki duduk diatas kursi tepat dihadapan Sayaka dan mulai menceritakan semuanya, sampai pada akhir kisah.
"jadi, apa keputusanmu?" tanya Sayaka.
"aku..., akan pergi"
Deg...
Sayaka cukup shok dgn jawaban Miyuki, ia tidak bisa menghentikannya, tapi berharap Miyuki bisa bersamanya terus.
"aku ingin tinggal di sini, tapi ku sadar, jika aku ingin tetap bersama kalian lebih lama, aku harus bertahan dari semua ini" jelas Miyuki.
"tenanglah..." hanya sepatah kata itu yg terucap dari bibir Sayaka, Miyuki menatapnya intens, mendengar setiap huruf yg ingin diucapkan oleh karibnya itu.
"tenanglah..., aku selalu mendukungmu. Aku selalu berada di sisimu, jadi lakukanlah apa yg menurutmu benar, dan tetaplah bersamaku, janji ya." ucap Sayaka sambil menjulurkan kelingkingnya.
Miyuki merasa terharu, ia selalu tau dukungan penuh selalu didapatkannya dari saudarinya ini. Karna tidak bisa menahan haru, Miyuki langsung menghambur memeluk Sayaka sambil menangis dipelukannya.
" tenanglah, aku yg akan memberitahu sicantik itu agar tidak khawatir."
"arigatou, jika aku tidak kembali. Jagalah dia untukku. Saudariku" ucap Miyuki sambil tersedu2.
Sayaka terkejut dgn pernyataan Miyuki, tapi ia sadar bukan saatnya baginya untuk mulai protes.
Tbc....
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe, dan sederet chara lainnya
Genre: Romance, Friendly
Rating: T
*****
Miyuki membuka pintu apartemennya sambil berharap dengan sangat bahwa yg mengetuk pintu kayu tersebut adalah sahabat karibnya. Tapi ketika pintu itu dibuka, ternyata bukanlah apa yg diinginkannya, malah sesuatu yg selama ini dihindarinya.
"a...ah..., ka kalian?" ucap Miyuki terbata2 saat melihat 2 sosok paruh baya yg berdiri tegap di hadapannya.
"lama tidak jumpa ya, Yuki-chan, kau tampak cantik. Tidak kusangka kau sudah sebesar ini." ucap seorang wanita yg bersama suaminya itu.
"Yoshiwaki, kita sudah tidak bertemu dengannya selama 12 tahun, harusnya kau membayangkan hal yg lebih baik lagi kan?" ucap sang suami.
"kau benar Nakayama, dia tampak lebih cantik. Bolehkah kami masuk sayang?"
Miyuki masih menatap mereka heran sebelum akhirnya mempersilahkan kedua org tua itu masuk kedalam apartemen sederhananya.
"jadi, apa yg ojii dan baa-san lakukan di sini?" tanya Miyuki.
Sepasang suami isteri ini adalah Yuma Nakayama dan Yoshiwaki Watanabe, mereka adl sanak saudara terdekat Miyuki.
"kami ingin menawarimu satu hal" ucap Yoshiwaki dgn nada serius.
"umm..?"
"kami ingin kau, Miyuki, ikut bersama kami ke Amerika minggu depan." jelas Nakayama.
Miyuki terkejut, napasnya tercekat, ia tidak percaya dgn hal yg didengarnya barusan.
"ini adl hal yg diinginkan oleh mendiang orang tuamu. Penyakitmu itu harus ditangani, jika tidak maka akan berakibat fatal nantinya. Kami hanya ingin yg terbaik untukmu." ucap Yoshiwaki.
"tapi..., aku tidak ingin pergi..., aku ingin tetap di sini, aku ingin bersama teman2ku" jawab Miyuki dgn nada sedih.
"kami paham akan hal itu sayang, tapi pikirkanlah, bukankah mereka akan lebih sedih lagi jika melihat kau kesakitan? Jika kita ke Amerika, mungkin masih ada peluang untuk menyembuhkannya." bujuk Yoshiwaki.
"kata dokter penyakitku ini sudah mencapai stadium akhir, aku hanya tinggal menunggu waktu menjemputku, karna itu..."
"jangan katakan hal yg bodoh!!" bentak Yoshiwaki "kau harus hidup! Bagaimanapun caranya, kau harus hidup. Orang tuamu menitipkanmu pada kami, dan kami telah berjanji untuk menepatinya"
"tapi untuk apa? Aku ini akan segera mati, paling tidak, aku ingin mati di pelukan orang2 yg kusayangi dan menyayangiku." ucap Miyuki.
"kami menyayangimu nak, karna itu kami tidak ingin kau pergi" ucap Nakayama.
"tapi..."
"percayalah nak, ini akan berhasil, kami akan mengusahakannya." ucap Yoshiwaki berusaha meyakinkan Miyuki.
Diam, tidak ada yg berbicara, Miyuki tengah berpikir apakah dia harus menerima tawaran itu atau tidak. Mati ditempat ini atau berusaha hidup?
Akhirnya setelah berkutat cukup serius dgn pikirannya, Miyukipun akhirnya memutuskannya.
****
Keesokan harinya, di Horikoshi Gakuen, semua nampak sama, tidak ada perbedaan, anak2 masuk pada jam 7.30 dan istirahat pada pukul 10.45, lalu pulang pada pukul 14.15.
Waktu berjalan, tapu Miyuki belum sempat mengatakan kejadian yg dialaminya dgn paman dan Bibinya beberapa hati yang lalu, baik kepada Sayaka maupun pada Inoo.
Hingga hari yg ditentukan itu tinggal menghitung Jam, Miyuki mulai memberanikan diri mengungkapkan semuanya. Sore itu, sepulang sekolah Miyuki pergi ke toko buku tempat Sayaka bekerja, dan ia merasa cukup senang melihat Sayaka masih berada di meja kasir dgn gaua khasnya yg tomboy.
Miyuki menghampiri karibnya itu.
"Bolehkah kita bicara sebentar?" tanya Miyuki. Sayaka cukup terkejut dgn kehadiran Miyuki yg tiba2.
"Yuki-chan, ingin bicara apa? Kau nampak serius sekali?"
Miyuki duduk diatas kursi tepat dihadapan Sayaka dan mulai menceritakan semuanya, sampai pada akhir kisah.
"jadi, apa keputusanmu?" tanya Sayaka.
"aku..., akan pergi"
Deg...
Sayaka cukup shok dgn jawaban Miyuki, ia tidak bisa menghentikannya, tapi berharap Miyuki bisa bersamanya terus.
"aku ingin tinggal di sini, tapi ku sadar, jika aku ingin tetap bersama kalian lebih lama, aku harus bertahan dari semua ini" jelas Miyuki.
"tenanglah..." hanya sepatah kata itu yg terucap dari bibir Sayaka, Miyuki menatapnya intens, mendengar setiap huruf yg ingin diucapkan oleh karibnya itu.
"tenanglah..., aku selalu mendukungmu. Aku selalu berada di sisimu, jadi lakukanlah apa yg menurutmu benar, dan tetaplah bersamaku, janji ya." ucap Sayaka sambil menjulurkan kelingkingnya.
Miyuki merasa terharu, ia selalu tau dukungan penuh selalu didapatkannya dari saudarinya ini. Karna tidak bisa menahan haru, Miyuki langsung menghambur memeluk Sayaka sambil menangis dipelukannya.
" tenanglah, aku yg akan memberitahu sicantik itu agar tidak khawatir."
"arigatou, jika aku tidak kembali. Jagalah dia untukku. Saudariku" ucap Miyuki sambil tersedu2.
Sayaka terkejut dgn pernyataan Miyuki, tapi ia sadar bukan saatnya baginya untuk mulai protes.
Tbc....
Kaze no Uta (12)
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Miyuki Watanabe, Sayaka Yamamoto
Genre: Romance, Friendly
Rating: T
*****
Hari itu, seperti biasa, Inoo pagi2 sudah berada di kediaman Yuki utk menjemputnya, mobil mewahnya sudah terparkir manis didepan apartemen Yuki. Tak berapa lama kemudian, mereka berduapun keluar dari apartemen tersebut, hendak ke sekolah.
"kita berangkat bersama Saya-chan, ya!" ucap Yuki dgn nada memohon, Inoo menatapnya datar lalu mengangguk mengiyakan.
Mobil itu maju beberapa meter setelah Yuki dan Inoo berada di dalamnya lalu berhenti didepan sebuah apartemen yg tak jauh dari apartemen milik Yuki, tepat saat itu, seorang gadis ug diketahui bernama Sayaka Yamamoto keluar dari balik pintu apartemen tsb. Klakson mobil langsung berbunyi, menghentikan derap langkah gadis tersebut, kemudian dgn jengkelnya ia berbalik dan menatap mobil tersebut.
'siapa itu?' tanyanya kesal.
Mobil tadi menjajarkan posisi kursi belakang dgn Sayaka, lalu kaca mobil itupun terbuka dan menunjukan cengiran khas saudarinya, Yuki.
"Saya-chan, ikutlah bersama kamin" ajak Miyuki.
"eeh..? Yuki-chan? Aah.., ti..tidak perlu kok, terimakasih, aku bisa jalan sendiri" tolak Sayaka seraya melihat Inoo duduk disamping Miyuki.
Sejujurnya, akhir2 ini ia punya masalah dgn perasaannya, entahlah. Setiap kali melihat Inoo ia selalu merasa gugup, dan ia tidak mau perasaannya ini membuat hubungan persahabatannya dgn Miyuki menjadi rusak, jadi dia memutuskan untuk menjauh dari mereka terutama Inoo Kei utk sementara waktu hingga perasaannya menghilang.
"ayolaaah..., berangkatlah bersama kami..." rengek Miyuki.
"maaf, tapi aku benar2 tdk bisa, maaf ya aku sudah terlambat, aku duluan..!" ucap Sayaka sambil melirik jam tangan dan segera berlari menghindari mereka, Miyuki hanya menatapnya bingung.
"Saya-chan..., doushita...?" ucap Miyuki lirih.
Inoopun melakukan hal yg sama, menatapnya datar seolah tanpa ekspresi, namun menyembunyikan segudang tanya dibenaknya.
Sayaka masih berlari lebih jauh, ia tak berani melihat ke belakang lagi.
"Yuki-chan, gome, aku tidak ingin merusak semuanya." ucapnya sambil mengingat apa yg telah dilakukannya utk Miyuki, menuliskan surat itu, membantunya memantapkan perasaannya, dan banyak hal yg diberikannya, tapi utk menghancurkan semua itu, ia tidak sanggup.
Setelah berlari cukup lama, akhirnya Sayaka sampai didepan pintu gerbang sekolahnya bersama peluh yg menetes di pelipisnya yg putih.
****
Bel istirahat berbunyi nyaring, semua siswa berhambur keluar dari ruangan mereka. Para siswa akan memenuhi kantin saat ini, obrolan2 dan candaan takkan lepas sebagai bumbu kemeriahan, semuanya nampak ramai. Setiap sudut sekolah terlihat brisik oleh siswa maupun siswi yg sedang menikmati jam istirahat mereka.
Di suatu tempat didalam sekolah, tepatnya taman belakang sekolah yg notabane merupakan tempat sepi, sesosok Siluet cantik nampak duduk terdiam menatap langit dari bawah pohon.
"apa...aku ini jahat ya?" tanyanya pada dirinya sendiri mengingat kejadian tadi pagi.
"ya, kau jahat karna membuat Miyuki sedih dan tidak tau apa2." ucap ketus seorang pria.
Sayaka segera bangkit dari lamunannya dan mendapati sosok Kei Inoo tengah berdiri dgn angkuhnya di hadapannya.
"apa? Sejak kapan kau?" ujar Sayaka salah tingkah.
Inoo duduk disebelah Sayaka, menemaninya melihat langit.
"apa kau tau? Miyuki sangat mengkhawatirkanmu, ia tidak tau apa yg terjadi padamu, sehingga membuatnya berpikir bahwa dia telah menghancurkan persahabatannya dgnmu setelah tidak pernah bersamamu lagi" jelas Inoo dgn wajah datarnya sambil memandang langit.
"ti...tidak, aku tidak pernah sepeeti itu?" ucap Sayaka mencoba menepis.
"lalu sikap apa yg kau tunjukkan padanya tadi pagi?" tukas Inoo sambil memandang Sayaka yg sukses membuat Sayaka tertegun. Onyx bertemu Onyx, kelam dan kelam, tiba2 degub jantung Sayaka menjadi lebih cepat, hal yg sering terjadi padanya akhir2 ini saat melihat Inoo.
"kau tidak mengerti apapun!" bentak Sayaka lalu segera pergi meninggalkan Inoo sendirian yg menatapnya sayu.
Inoo memegang dadanya, terasa sesak.
"ya, aku mengerti hal itu" ucap Inoo.
Beberapa saat kemudian, bel masuk berbunyi, Inoo segera beranjak dari tempatnya duduk menuju kelasnya. Saat memasuki kelas, Daiki memyapanya.
"yokatta..., Inoo-chan, ada yg ingin kutanyakan" ucap Daiki.
"doushita no?"
sebelum pelajaran masuk, Daiki menanyakan sedikit hal mengenai hubungan Inoo dgn Miyuki yg tidak dimengerti tujuannya oleh Inoo sendiri.
****
sore itu, seperti biasa, Sayaka sedang berada di toko buku tempatnya bekerja, memilah buku yg ada, atau sekadar memeriksa stok buku di toko tersebut.
Dilain tempat, Miyuki diapartemennya sedang merapikan pakaiannya, tak ada senyum diwajahnya saat membayangkan sosok sahanat yg sudah dianggapnya sebagai kakak sendiri bersikap seperti itu padanya. Tepat saat ia sedang ingin sendiri, seseorang memencet bel apartemennya, segera Miyuki membukakan pintunya, berharap bahwa yg datang adalah Sayaka, tapi sepertinya tidak.
Tbc...
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Miyuki Watanabe, Sayaka Yamamoto
Genre: Romance, Friendly
Rating: T
*****
Hari itu, seperti biasa, Inoo pagi2 sudah berada di kediaman Yuki utk menjemputnya, mobil mewahnya sudah terparkir manis didepan apartemen Yuki. Tak berapa lama kemudian, mereka berduapun keluar dari apartemen tersebut, hendak ke sekolah.
"kita berangkat bersama Saya-chan, ya!" ucap Yuki dgn nada memohon, Inoo menatapnya datar lalu mengangguk mengiyakan.
Mobil itu maju beberapa meter setelah Yuki dan Inoo berada di dalamnya lalu berhenti didepan sebuah apartemen yg tak jauh dari apartemen milik Yuki, tepat saat itu, seorang gadis ug diketahui bernama Sayaka Yamamoto keluar dari balik pintu apartemen tsb. Klakson mobil langsung berbunyi, menghentikan derap langkah gadis tersebut, kemudian dgn jengkelnya ia berbalik dan menatap mobil tersebut.
'siapa itu?' tanyanya kesal.
Mobil tadi menjajarkan posisi kursi belakang dgn Sayaka, lalu kaca mobil itupun terbuka dan menunjukan cengiran khas saudarinya, Yuki.
"Saya-chan, ikutlah bersama kamin" ajak Miyuki.
"eeh..? Yuki-chan? Aah.., ti..tidak perlu kok, terimakasih, aku bisa jalan sendiri" tolak Sayaka seraya melihat Inoo duduk disamping Miyuki.
Sejujurnya, akhir2 ini ia punya masalah dgn perasaannya, entahlah. Setiap kali melihat Inoo ia selalu merasa gugup, dan ia tidak mau perasaannya ini membuat hubungan persahabatannya dgn Miyuki menjadi rusak, jadi dia memutuskan untuk menjauh dari mereka terutama Inoo Kei utk sementara waktu hingga perasaannya menghilang.
"ayolaaah..., berangkatlah bersama kami..." rengek Miyuki.
"maaf, tapi aku benar2 tdk bisa, maaf ya aku sudah terlambat, aku duluan..!" ucap Sayaka sambil melirik jam tangan dan segera berlari menghindari mereka, Miyuki hanya menatapnya bingung.
"Saya-chan..., doushita...?" ucap Miyuki lirih.
Inoopun melakukan hal yg sama, menatapnya datar seolah tanpa ekspresi, namun menyembunyikan segudang tanya dibenaknya.
Sayaka masih berlari lebih jauh, ia tak berani melihat ke belakang lagi.
"Yuki-chan, gome, aku tidak ingin merusak semuanya." ucapnya sambil mengingat apa yg telah dilakukannya utk Miyuki, menuliskan surat itu, membantunya memantapkan perasaannya, dan banyak hal yg diberikannya, tapi utk menghancurkan semua itu, ia tidak sanggup.
Setelah berlari cukup lama, akhirnya Sayaka sampai didepan pintu gerbang sekolahnya bersama peluh yg menetes di pelipisnya yg putih.
****
Bel istirahat berbunyi nyaring, semua siswa berhambur keluar dari ruangan mereka. Para siswa akan memenuhi kantin saat ini, obrolan2 dan candaan takkan lepas sebagai bumbu kemeriahan, semuanya nampak ramai. Setiap sudut sekolah terlihat brisik oleh siswa maupun siswi yg sedang menikmati jam istirahat mereka.
Di suatu tempat didalam sekolah, tepatnya taman belakang sekolah yg notabane merupakan tempat sepi, sesosok Siluet cantik nampak duduk terdiam menatap langit dari bawah pohon.
"apa...aku ini jahat ya?" tanyanya pada dirinya sendiri mengingat kejadian tadi pagi.
"ya, kau jahat karna membuat Miyuki sedih dan tidak tau apa2." ucap ketus seorang pria.
Sayaka segera bangkit dari lamunannya dan mendapati sosok Kei Inoo tengah berdiri dgn angkuhnya di hadapannya.
"apa? Sejak kapan kau?" ujar Sayaka salah tingkah.
Inoo duduk disebelah Sayaka, menemaninya melihat langit.
"apa kau tau? Miyuki sangat mengkhawatirkanmu, ia tidak tau apa yg terjadi padamu, sehingga membuatnya berpikir bahwa dia telah menghancurkan persahabatannya dgnmu setelah tidak pernah bersamamu lagi" jelas Inoo dgn wajah datarnya sambil memandang langit.
"ti...tidak, aku tidak pernah sepeeti itu?" ucap Sayaka mencoba menepis.
"lalu sikap apa yg kau tunjukkan padanya tadi pagi?" tukas Inoo sambil memandang Sayaka yg sukses membuat Sayaka tertegun. Onyx bertemu Onyx, kelam dan kelam, tiba2 degub jantung Sayaka menjadi lebih cepat, hal yg sering terjadi padanya akhir2 ini saat melihat Inoo.
"kau tidak mengerti apapun!" bentak Sayaka lalu segera pergi meninggalkan Inoo sendirian yg menatapnya sayu.
Inoo memegang dadanya, terasa sesak.
"ya, aku mengerti hal itu" ucap Inoo.
Beberapa saat kemudian, bel masuk berbunyi, Inoo segera beranjak dari tempatnya duduk menuju kelasnya. Saat memasuki kelas, Daiki memyapanya.
"yokatta..., Inoo-chan, ada yg ingin kutanyakan" ucap Daiki.
"doushita no?"
sebelum pelajaran masuk, Daiki menanyakan sedikit hal mengenai hubungan Inoo dgn Miyuki yg tidak dimengerti tujuannya oleh Inoo sendiri.
****
sore itu, seperti biasa, Sayaka sedang berada di toko buku tempatnya bekerja, memilah buku yg ada, atau sekadar memeriksa stok buku di toko tersebut.
Dilain tempat, Miyuki diapartemennya sedang merapikan pakaiannya, tak ada senyum diwajahnya saat membayangkan sosok sahanat yg sudah dianggapnya sebagai kakak sendiri bersikap seperti itu padanya. Tepat saat ia sedang ingin sendiri, seseorang memencet bel apartemennya, segera Miyuki membukakan pintunya, berharap bahwa yg datang adalah Sayaka, tapi sepertinya tidak.
Tbc...
Kaze no Uta (11)
Cast: Inoo Kei, HSB, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, Friendly
Rating: T
*****
Inoo duduk terdiam diruangan Studionya yg besar itu, ia menatap kosong ke arah jendela, pikirannya melayang entah kemana. Saat ini, ia hanya sendiri di dalam ruangan besar tersebut dikarenakan semua teman bandnya sedang melahap makan malam yg dipersiapkannya untuk mereka. Inoo pasti masih melamun jika saja tidak ada sebuah tangan yang memegangi pundaknya.
"ah, Yabu-chan?" ucap Inoo terkejut.
"hei, melamun seperti itu membuatku takut. Ceritalah padaku ada apa?" tanya Yabu perhatian.
"iie, nandemonai, Yabu-chan" jawab Inoo berusaha menyembunyikan keresahannya.
"oi, kau pikir aku baru mengenalmu 2 hari? Kita ini sudah seperti saudara, sia2 jika kau berusaha menyembunyikan hal kecil seperti ini dariku. Ayo, ceritakan" titah Yabu sambil berpose memerhatika.
"baiklah" jawab Inoo pasrah.
Akhirnya, Inoo menceritakan apa yg dialaminya seharian ini, dan kaitannya dengan surat tersebut. Yabu hanya mendengarkan sambil sesekali menahan tawanya pada bagian tertentu yg pengucapannya memaksa Inoo harus memonyongkan bibirnya yg manis itu.
"haah, kau ini terlalu polos tau!" ucap Yabu sambil menepuk bahu Inoo.
"tt..ee?? A..apa maksudnya itu??" wajah Inoo berubah merah dibilangi Innocent (inoo emang Inoocent).
"kau ini tdk berubah ya? Harusnya kau tau, jika ada yg sampai seperti itu terhadapmu, itu artinya dia benar2 menyukaimu, cobalah untuk memperdulikan mereka jika kau ini memang masih tertarik pada gadis.''
"ugh, aku ini memang masih menyukai gadis!" tukas Inoo.
"baguslah, karna jika kau sudah tidak tertarik pada gadis, kurasa aku dan Hika sudah siap memperebutkanmu dan menjadikanmu kekasih kami."
Inoo terkejut, diam, suasana menjadi sunyi, tidak ada suara yg terdengar, bahkan jangkrikpun tidak. Beberapa saat kemudian, tawa Yabu menggelegar memenuhi studio tersebut bagai org kesurupan. Inoo masih berkutat dgn wajah merahnya yg sedikit berkerut.
"hahaha...., kau ini sangat polos ya, mana mungkin aku melakukannya? Kau ini sudah seperti adikku tau!" ucap Yabu sambil mencubit pipi Inoo.
"aaaass.... Ittaii yo!!" protes Inoo yg hanya ditanggapi oleh Yabu dgn seringai aneh.
"yosh, lakukan apa yg kukatakan tadi ya, aku yakin, gadia itu akan mengaku!"
"baiklah" jawab Inoo serius.
*****
Keesokan harinya, Inoo kembali mendapat surat balasan, kali ini gadis itu memintanya untuk bertemu di sebuah tempat yg tidak asing baginya. Jembatan kecil diatas sungai yg membuatnya teringat akan sosok yg telah lama hilang darinya.
"Dai-chan, kurasa aku tau siapa gadis itu."
"hounto ka? Ja, daijobu dakara desu ka?"
"dia ingin bertemu denganku, dan aku akan datang" ucap Inoo penuh serius, auranya menguar dengan penuh, membuat Daiki sedikit beringsut mundur.
Sore harinya, Inoo bersama Daiki datang pada tempat yg sudah dijanjikan, dan ia nampak tidak terkejut mendapati sosok tersebut. Ia menatapnya lekat, sosok itu, siluet yg dikenalinya bersama surai panjangnya, ia tau siapa itu.
"sudah kuduga, ternyata memang kau." ucap Inoo sambil menatap datar gadis tersebut. Gadis itu menoleh, memamerkan sepasang manik Onyx yg tak kalah hitam dengan milik Inoo.
"maaf melakukannya dengan terburu-buru, aku tidak bisa menahannya, perasaan ini seperti hendak membunuhku." ucapnya lirih.
"kau terlalu naif, Yuki-chan" jawab Inoo yg sukses membuat gadia yg ternyata adl Miyuki itu terkejut.
"mereka memang benar, hatimu terlalu keras untuk dilunakkan oleh cinta yg hanya secuil dariku. Tapi paling tidak aku sudah mengerahkan keberanian untuk menyatakan perasaanku." angin tiba2 berhembus, seakan memberikan sebuah tamparan halus di wajah Inoo, Daiki hanya menatapi suasana tersebut dalam diam.
"maaf sudah menumpahkan jua itu tanpa sengaja di jasmu, dan membuatmu menjadi letih datang kemari. Aku benar2 minta maaf" ucap Miyuki sambil merunduk dalam, Inoo menatapnya sendu, lalu iapun melangkah mendekati Yuki, mengangkat bahunya agar tegap, lalu memeluknya dalam diam yg sukses membuat Yuki terhenyak.
"I-Inoo san?"
"maad mengecewakan perasaanmu, kali ini aku akan belajat mencintai, maukah kau melakukannya, mengajariku tentang hal itu?" ucap Inoo dari balik pelukannya.
Senyum bahagia mengembang dibibir Yuki, akhirnya perasaannya tersampaikan.
"hai,, dengan senang hati"
akhirnya Inoo belajar untuk mencintai Miyuki, dan mulai saat itu, ia menetapkan Miyuki sebagai kekasihnya.
Sementara itu, dari balik semak-semak, seseorang menatap mereka dengan tatapan yg sulit dijelaskan.
"akhirnya, Yuki-chan. Tapi..., ada apa ini?" ucapnya lirih, merasa lemas melihat pemandangan tersebut, orang itupun memilih meninggalkan tempat tersebut.
*****
Semenjak hari itu, suasana hati Inoo menjadi sedikit berbeda, ia menjadi lebih sering tersenyum dan menghargai perasaan org. Dan sepertinya ia memang berusaha mencintai Yuki sekarang.
Tapi dibalik semua itu, entahlah tersembunyi sebuah perasaan lain yg juga sulit dijelaskan bahkan olehnya, ia tidak tahu.
Tbc...
Cast: Inoo Kei, HSB, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, Friendly
Rating: T
*****
Inoo duduk terdiam diruangan Studionya yg besar itu, ia menatap kosong ke arah jendela, pikirannya melayang entah kemana. Saat ini, ia hanya sendiri di dalam ruangan besar tersebut dikarenakan semua teman bandnya sedang melahap makan malam yg dipersiapkannya untuk mereka. Inoo pasti masih melamun jika saja tidak ada sebuah tangan yang memegangi pundaknya.
"ah, Yabu-chan?" ucap Inoo terkejut.
"hei, melamun seperti itu membuatku takut. Ceritalah padaku ada apa?" tanya Yabu perhatian.
"iie, nandemonai, Yabu-chan" jawab Inoo berusaha menyembunyikan keresahannya.
"oi, kau pikir aku baru mengenalmu 2 hari? Kita ini sudah seperti saudara, sia2 jika kau berusaha menyembunyikan hal kecil seperti ini dariku. Ayo, ceritakan" titah Yabu sambil berpose memerhatika.
"baiklah" jawab Inoo pasrah.
Akhirnya, Inoo menceritakan apa yg dialaminya seharian ini, dan kaitannya dengan surat tersebut. Yabu hanya mendengarkan sambil sesekali menahan tawanya pada bagian tertentu yg pengucapannya memaksa Inoo harus memonyongkan bibirnya yg manis itu.
"haah, kau ini terlalu polos tau!" ucap Yabu sambil menepuk bahu Inoo.
"tt..ee?? A..apa maksudnya itu??" wajah Inoo berubah merah dibilangi Innocent (inoo emang Inoocent).
"kau ini tdk berubah ya? Harusnya kau tau, jika ada yg sampai seperti itu terhadapmu, itu artinya dia benar2 menyukaimu, cobalah untuk memperdulikan mereka jika kau ini memang masih tertarik pada gadis.''
"ugh, aku ini memang masih menyukai gadis!" tukas Inoo.
"baguslah, karna jika kau sudah tidak tertarik pada gadis, kurasa aku dan Hika sudah siap memperebutkanmu dan menjadikanmu kekasih kami."
Inoo terkejut, diam, suasana menjadi sunyi, tidak ada suara yg terdengar, bahkan jangkrikpun tidak. Beberapa saat kemudian, tawa Yabu menggelegar memenuhi studio tersebut bagai org kesurupan. Inoo masih berkutat dgn wajah merahnya yg sedikit berkerut.
"hahaha...., kau ini sangat polos ya, mana mungkin aku melakukannya? Kau ini sudah seperti adikku tau!" ucap Yabu sambil mencubit pipi Inoo.
"aaaass.... Ittaii yo!!" protes Inoo yg hanya ditanggapi oleh Yabu dgn seringai aneh.
"yosh, lakukan apa yg kukatakan tadi ya, aku yakin, gadia itu akan mengaku!"
"baiklah" jawab Inoo serius.
*****
Keesokan harinya, Inoo kembali mendapat surat balasan, kali ini gadis itu memintanya untuk bertemu di sebuah tempat yg tidak asing baginya. Jembatan kecil diatas sungai yg membuatnya teringat akan sosok yg telah lama hilang darinya.
"Dai-chan, kurasa aku tau siapa gadis itu."
"hounto ka? Ja, daijobu dakara desu ka?"
"dia ingin bertemu denganku, dan aku akan datang" ucap Inoo penuh serius, auranya menguar dengan penuh, membuat Daiki sedikit beringsut mundur.
Sore harinya, Inoo bersama Daiki datang pada tempat yg sudah dijanjikan, dan ia nampak tidak terkejut mendapati sosok tersebut. Ia menatapnya lekat, sosok itu, siluet yg dikenalinya bersama surai panjangnya, ia tau siapa itu.
"sudah kuduga, ternyata memang kau." ucap Inoo sambil menatap datar gadis tersebut. Gadis itu menoleh, memamerkan sepasang manik Onyx yg tak kalah hitam dengan milik Inoo.
"maaf melakukannya dengan terburu-buru, aku tidak bisa menahannya, perasaan ini seperti hendak membunuhku." ucapnya lirih.
"kau terlalu naif, Yuki-chan" jawab Inoo yg sukses membuat gadia yg ternyata adl Miyuki itu terkejut.
"mereka memang benar, hatimu terlalu keras untuk dilunakkan oleh cinta yg hanya secuil dariku. Tapi paling tidak aku sudah mengerahkan keberanian untuk menyatakan perasaanku." angin tiba2 berhembus, seakan memberikan sebuah tamparan halus di wajah Inoo, Daiki hanya menatapi suasana tersebut dalam diam.
"maaf sudah menumpahkan jua itu tanpa sengaja di jasmu, dan membuatmu menjadi letih datang kemari. Aku benar2 minta maaf" ucap Miyuki sambil merunduk dalam, Inoo menatapnya sendu, lalu iapun melangkah mendekati Yuki, mengangkat bahunya agar tegap, lalu memeluknya dalam diam yg sukses membuat Yuki terhenyak.
"I-Inoo san?"
"maad mengecewakan perasaanmu, kali ini aku akan belajat mencintai, maukah kau melakukannya, mengajariku tentang hal itu?" ucap Inoo dari balik pelukannya.
Senyum bahagia mengembang dibibir Yuki, akhirnya perasaannya tersampaikan.
"hai,, dengan senang hati"
akhirnya Inoo belajar untuk mencintai Miyuki, dan mulai saat itu, ia menetapkan Miyuki sebagai kekasihnya.
Sementara itu, dari balik semak-semak, seseorang menatap mereka dengan tatapan yg sulit dijelaskan.
"akhirnya, Yuki-chan. Tapi..., ada apa ini?" ucapnya lirih, merasa lemas melihat pemandangan tersebut, orang itupun memilih meninggalkan tempat tersebut.
*****
Semenjak hari itu, suasana hati Inoo menjadi sedikit berbeda, ia menjadi lebih sering tersenyum dan menghargai perasaan org. Dan sepertinya ia memang berusaha mencintai Yuki sekarang.
Tapi dibalik semua itu, entahlah tersembunyi sebuah perasaan lain yg juga sulit dijelaskan bahkan olehnya, ia tidak tahu.
Tbc...
Kaze no Uta (10)
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Miyuki Watanabe, Sayaka Yamamoto
Genre: Friendly, Romance
Rating: T
****
seseorang memasuki kelas idol setelah memastikan seluruh isi sekolah telah sepi dari siswa maupun guru. Dia terkikik mendapati sepucuk surat diatas sebuah meja di kelas tersebut.
''Inoo-san, waktunya melihat keseriusanmu '' ucapnya sambil menyeringai. Beberapa saat kemudian setelah mengambil surat tersebut, diapun menghilang.
Langit Sore nampak begitu indah, panorama kecantikan cakrawala berwarna oranye kecoklatan menyeruak dengan biasnya di sepanjang garis cakrawala langit hari itu. Inoo dan Daiki sedang dalam limosin yang sama, mereka hari ini pulang bersama dikarenakan ada kegiatan utk grup band mereka.
Inoo sedari tadi hanya menatap kosong keluar jendela, pandangannya terruju pada semburat indah dipucuk cakrawala sore yang indah itu.
''oi, Inoo-chan, apa uang sedang kau pikiran?'' tanya Daiki sembari menepuk bahu Inoo, menyadarkannya dari lamunannya. Inoo berbalik menatap sahabat karibnya itu.
''aah, tidak sedang memikirkan apa-apa.'' jawab Inoo bohong.
''ayolah, bersemangatlah sedikir, sebentar Yuya dan yang lain akan datang ke rumahmu utk latihan, apakah studiomu masih bersih seperti dulu?'' ucap Daiki sambil berpose berpikir.
Sepanjang kalimat yang diucapkan Daiki, terlihat Inoo sama sekali tak menanggapinya segetirpun, ia masih menatap kosong keluar jendela, bahkan sampai mereka tiba di Mansion kebesarannya, Inoo masih tak menyadarinya karna terlalu sibuk berpikie tentang identitas si pengirim surat.
''emm...., Inoo-chan, kita sudah sampai'' tegur Daiki.
''ah, iya, baiklah'' jawab Inoo sedikit tergesa, membuat Daiki menatapnya aneh.
Mereka segera keluar menuju mansion megah yang sudah terpampang kokoh di hadapan mereka. Ketika Inoo dan Daiki memasuki mansion tsb, para Miku dan Butler langsung berjejer memberi sambutan.
Daiki dan Inoo segera menuju ruangan studionya.
**Inoo POV**
sebenarnya apa yg terjadi padaku? Bahkan untuk sesaat semenjak pagi ini, aku sama sekali tidak bisa mengalihkan pikiranku dari surat itu, dan fatalnya lagi, sepertinya kepalaku menderita komplikasi dengan terus menerus menanyakan siapa pengirim surat itu.
Aku dan Daiki memasuko ruangan Studioku, yah meskipum terasa sangat anwh jika kau ingin melakukan sesuatu yg lain tetapi memikirkan hal yg lain pula.
Aku masih berkutat dgn gerutuku saat kusadari sosok uang selama ini luput dari pandanganku telah berdiri tegap dihadapanku, 3 sosok pemuda yang sangat ku kenali sebagai sahabat, saudara, sebagai orang yang sangat dekat denganku. Kupastikan mataku tidak sedanh menipuku sekarang, akupun mengucek kedua mataku, lalu saat aku selesai, sebuah senyum yang langka langsung melengkung dibibirku.
''ternyata benar kalian, hehe...., selamat datang kembali.'' ucapku tulus menyambut mereka. Tanpa berkata apa-apa lagi, aku segera memeluk mereka, mengeluarkan rasa rindu yg menumpuk sepertinya. Jangan salahkan aku, aku memang terlihat seperti ini jika bersama mereka.
''Inoo-chan, kau ini masih sama ya'' ucap seorang pemuda jakung berumur 19 tahun bernama Yabu Kota.
''hai, aku juga merindukanmu Inoo-chan'' timpal sosok yg sama tinggi namun berbeda bernama Takaki Yuya.
''Inoo-chan, kau tambah cantik tau'' ucap pria bernama Yaotome Hikaru, aku tidak tau dia sedang mengejek atau memujiku, tapi aku tidak perduli, dengan adanya keberadaan mereka maka aku akan merasa lengkap.
Aku melepas pelukanku atas mereka dan mulai menatap mereka satu per satu. Mereka bertiga adalah teman dalam satu grup Idolku bernama Heu! Say! Best, meski Johnny's Associate yg telah menerbitkan kami dengan labelnya, tapi kami berpikir untuk memiliki kontrak yg tidak terlalu mengikat. Kendati band kami adl aset berharga Johnny, diapun menyetujui permintaan kami, dan inilah kami, populer dengan gaya kami sendiri.
Band kami telah berdiri semenjak 3 tahun lalu dan pernah beberapa kali memenangkan beberapa penghargaan hadiah nobel di acara pameran musik nasional di Jepang. Lalu setahun yg lalu, Yuya, Yabu, dan Hikaru ke amerika untuk melakukan latihan dan sekolah musik, aku dan Daiki tidak ikut karna kami masih harus mengurusi sekolah kami. Kami berpisah pada Agustus tahun lalu. Saat bunga Sakura mulai berguguran, aku sempat bertanya kapan mereka akan kembali tapi jawabannya tidak tahu, dan aku menunggu mereka sambil berharap mereka akan cepat pulang.
Mereka bertiga juga adalah seniorku di Horikoshi Gakuen yang lulus 2 tahun lebih awal dariku, kendati bahwa umur mereka lebih tua dariku, tetapi kami selalu bermain layaknya teman sebaya.
Oke, kurasa cukup soal perkenalan mereka, aku kini bisa beranjak sejenak dari kesibukanku memikirkan surat sialan itu.
*End Inoo POV*
kelima pemuda yang nampak akur itupun duduk bersama sambil memegangi alat musik masing-masing. Mereka memegang bagian penting vokal dalam setiap lagi mereka, tapi keahlian mereka dalam menggunakan alat musik juga tak kalah berperan penting ikut membuat lagu yang mereka bawakan semakin bagus.
TBC.
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Miyuki Watanabe, Sayaka Yamamoto
Genre: Friendly, Romance
Rating: T
****
seseorang memasuki kelas idol setelah memastikan seluruh isi sekolah telah sepi dari siswa maupun guru. Dia terkikik mendapati sepucuk surat diatas sebuah meja di kelas tersebut.
''Inoo-san, waktunya melihat keseriusanmu '' ucapnya sambil menyeringai. Beberapa saat kemudian setelah mengambil surat tersebut, diapun menghilang.
Langit Sore nampak begitu indah, panorama kecantikan cakrawala berwarna oranye kecoklatan menyeruak dengan biasnya di sepanjang garis cakrawala langit hari itu. Inoo dan Daiki sedang dalam limosin yang sama, mereka hari ini pulang bersama dikarenakan ada kegiatan utk grup band mereka.
Inoo sedari tadi hanya menatap kosong keluar jendela, pandangannya terruju pada semburat indah dipucuk cakrawala sore yang indah itu.
''oi, Inoo-chan, apa uang sedang kau pikiran?'' tanya Daiki sembari menepuk bahu Inoo, menyadarkannya dari lamunannya. Inoo berbalik menatap sahabat karibnya itu.
''aah, tidak sedang memikirkan apa-apa.'' jawab Inoo bohong.
''ayolah, bersemangatlah sedikir, sebentar Yuya dan yang lain akan datang ke rumahmu utk latihan, apakah studiomu masih bersih seperti dulu?'' ucap Daiki sambil berpose berpikir.
Sepanjang kalimat yang diucapkan Daiki, terlihat Inoo sama sekali tak menanggapinya segetirpun, ia masih menatap kosong keluar jendela, bahkan sampai mereka tiba di Mansion kebesarannya, Inoo masih tak menyadarinya karna terlalu sibuk berpikie tentang identitas si pengirim surat.
''emm...., Inoo-chan, kita sudah sampai'' tegur Daiki.
''ah, iya, baiklah'' jawab Inoo sedikit tergesa, membuat Daiki menatapnya aneh.
Mereka segera keluar menuju mansion megah yang sudah terpampang kokoh di hadapan mereka. Ketika Inoo dan Daiki memasuki mansion tsb, para Miku dan Butler langsung berjejer memberi sambutan.
Daiki dan Inoo segera menuju ruangan studionya.
**Inoo POV**
sebenarnya apa yg terjadi padaku? Bahkan untuk sesaat semenjak pagi ini, aku sama sekali tidak bisa mengalihkan pikiranku dari surat itu, dan fatalnya lagi, sepertinya kepalaku menderita komplikasi dengan terus menerus menanyakan siapa pengirim surat itu.
Aku dan Daiki memasuko ruangan Studioku, yah meskipum terasa sangat anwh jika kau ingin melakukan sesuatu yg lain tetapi memikirkan hal yg lain pula.
Aku masih berkutat dgn gerutuku saat kusadari sosok uang selama ini luput dari pandanganku telah berdiri tegap dihadapanku, 3 sosok pemuda yang sangat ku kenali sebagai sahabat, saudara, sebagai orang yang sangat dekat denganku. Kupastikan mataku tidak sedanh menipuku sekarang, akupun mengucek kedua mataku, lalu saat aku selesai, sebuah senyum yang langka langsung melengkung dibibirku.
''ternyata benar kalian, hehe...., selamat datang kembali.'' ucapku tulus menyambut mereka. Tanpa berkata apa-apa lagi, aku segera memeluk mereka, mengeluarkan rasa rindu yg menumpuk sepertinya. Jangan salahkan aku, aku memang terlihat seperti ini jika bersama mereka.
''Inoo-chan, kau ini masih sama ya'' ucap seorang pemuda jakung berumur 19 tahun bernama Yabu Kota.
''hai, aku juga merindukanmu Inoo-chan'' timpal sosok yg sama tinggi namun berbeda bernama Takaki Yuya.
''Inoo-chan, kau tambah cantik tau'' ucap pria bernama Yaotome Hikaru, aku tidak tau dia sedang mengejek atau memujiku, tapi aku tidak perduli, dengan adanya keberadaan mereka maka aku akan merasa lengkap.
Aku melepas pelukanku atas mereka dan mulai menatap mereka satu per satu. Mereka bertiga adalah teman dalam satu grup Idolku bernama Heu! Say! Best, meski Johnny's Associate yg telah menerbitkan kami dengan labelnya, tapi kami berpikir untuk memiliki kontrak yg tidak terlalu mengikat. Kendati band kami adl aset berharga Johnny, diapun menyetujui permintaan kami, dan inilah kami, populer dengan gaya kami sendiri.
Band kami telah berdiri semenjak 3 tahun lalu dan pernah beberapa kali memenangkan beberapa penghargaan hadiah nobel di acara pameran musik nasional di Jepang. Lalu setahun yg lalu, Yuya, Yabu, dan Hikaru ke amerika untuk melakukan latihan dan sekolah musik, aku dan Daiki tidak ikut karna kami masih harus mengurusi sekolah kami. Kami berpisah pada Agustus tahun lalu. Saat bunga Sakura mulai berguguran, aku sempat bertanya kapan mereka akan kembali tapi jawabannya tidak tahu, dan aku menunggu mereka sambil berharap mereka akan cepat pulang.
Mereka bertiga juga adalah seniorku di Horikoshi Gakuen yang lulus 2 tahun lebih awal dariku, kendati bahwa umur mereka lebih tua dariku, tetapi kami selalu bermain layaknya teman sebaya.
Oke, kurasa cukup soal perkenalan mereka, aku kini bisa beranjak sejenak dari kesibukanku memikirkan surat sialan itu.
*End Inoo POV*
kelima pemuda yang nampak akur itupun duduk bersama sambil memegangi alat musik masing-masing. Mereka memegang bagian penting vokal dalam setiap lagi mereka, tapi keahlian mereka dalam menggunakan alat musik juga tak kalah berperan penting ikut membuat lagu yang mereka bawakan semakin bagus.
TBC.
Kaze no Uta (9)
Cast: Inoo Kei, Daiki Arioka, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, Friendly
Rating: T
****
Inoo mendapati Daiki sedang bersantai bersama...er..., gadis2 pemujanya didalam ruang latihan basket. Tanpa mengatakan alasan yg jelas, Inoo langsung menyeret Daiki ikut bersamanya, membuat sang empu tangan terkejut bukan main.
Setelah berhasil menyeret sang dewa cinta menurut Inoo itu, akhirnya merekapun sampai ke tujuannya, sebuah tempat yg sepi di belakang aula yg lama tak terpakai.
"hoi, Inoo-chan, jika ingin melakukan sesuatu denganku, bukankah bisa di tempat umum saja?" tanya Daiki sedikit beringsut.
"pssstt! Diamlah dasar playboy, aku tidak berniat YAOIan denganmu, aku masih punya selera tau!"
"haah? Apa maksud perkataanmu barusan PIG?"
"sudahlah, aku menarikmu kemari karna aku ingin minta bantuan. Tapi aku tidak ingin mengatakannya di tempat umum karna aku juga tidak mau org lain tau bahwa..." Inoo menggantungkan kalimatnya.
"Bahwa apa?" Daiki terlihat penasaran.
"bahwa..."
"ya?"
"bahwa..., aku tidak bisa memilih kalimat yg tepat utk membalas surat" ucap Inoo pundung sepundung pundungnya.
Daiki malah memasang wajah cengonya, "apa?"
"bantulah aku Dai-chan. Utk yg satu ini saja"
"tapi untuk apa? Ku kira kau tak pernah berminat membalas surat penggemar?"
"akan kuberitahu padamu alasannya, tapi bantu aku dulu."
"ya, baiklah"
dan akhirnya, Inoo bisa terlepas dari beban dirinya dan pikirannya soal surat penggemar sialan itu kemudian menyerahkannya pada Daiki. Setelah memberikan surat penggemarnya pada Daiki untuk kemudian dibalas, bel masuk kembali berbunyi, menandakan semua siswa harus kembali ke kandang mereka masing2 utk melanjutkan program belajar mereka. Inoo dan Daiki segera menuju ke kelas mereka, dan tanpa mereka ketahui, sebuah sosok siluet sedang menyeringai menatap mereka dari balik tempat yg tersembunyi.
"mudah sekali..., kekeke..." tawa org tsb kemudian menghilang.
** TIME SKIP **
Waktu berlalu, tak terasa, bel pulang berdering di Horikoshi Gakuen dan melepaskan bunyi2 surga yg terdengar bagai nyanyian malaikat pembawa berkah bagi seluruh siswa siswi yg bersekolah di sana. Koridor sekolah mulai ramai, pintu gerbang Horikoshi Gakuentelah dibuka, dan banyak siswa mulai berbondong2 melaluinya utk segera pulang ke rumah masing2.
Semua siswa harusnya sudah pulang sekarang, tapi sepertinya masih ada 2 orang yg mempunyai urusan yg belum selesai sehingga mereka masih harus tinggal lebih lama lagi di kelas mereka.
"Dai-chan, cepatlah sedikit!" tuntut Inoo terhadap Daiki yg tengah menulis suratnya.
"tunggu sebentar Inoo, kau pikir aku ini mesih apa?" protes Daiki.
"tapi bukankah kau mengakui dirimu sebagai mesin cinta? Jadi kau itu mesin kan?" tukas Inoo dgn wajah datarnya.
"apa?"
"sudahlah, ayo cepat. Orgnya mungkin akan segera dtng."
tak berapa kemudian, Daikipun selesai menulis surat tsb, dan bersamaan dgn itu, terdengar suara langkah kaki sedang menuju ke arah mereka, tidak pelan dan juga tidak cepat. Daiki dan Inoo mulai berkeringat dingin.
"apakah itu orangnya?" pikir mereka.
Langkah tersebut semakin dekat, dan akhirnya, sosok tersebutpun mendekati pintu kelas, lalu....
"DAG DIG DUG...." kira2 begitu bunyi detak jantung mereka a.k.a Inoo dan Daiki. Langkah kaki tsb berhenti di dekat pintu.
"halo, apakah masih ada orang?" seorang gadis melongo di depan pintu dan mendapati sosok Inoo dan Daiki yg entah sejak kapan sudah menjadi...er, menggelikan? Gadis itu terkejut melihat Daiki dan Inoo.
"ah, Miyuki-san, konnichiwa" sapa Inoo.
"I-Inoo-san, to Daiki-san wa...., YAOI??" ucap org yg ternyata adl Miyuki tsb.
"haa, apa?" kini Inoo mulai tersadar, iapun perlahan menatap Daiki yg sedang berada di gendongannya, ia juga tidak tau sejak kapan Daiki sudah berada di sana.
"apa?" tanya Daiki ketus.
"kau ini!"
BAKK
"ittaaaiii!!!" seru Daiki kesakitan karena Inoo melepas rangkulannya dan membuat pantat Daiki sukses mencium lantai yg dingin nan keras.
"kau salah paham" ucap Inoo mencoba menjelaskan.
"a...aa..., begitu ya" ucap Miyuki paham dgn situasinya. "lalu, apa yg Inoo-san dan Daiki-san lakukan di sini?" tanya Miyuki.
"aah, tidak. Kami hanya sedang mengurus jadwal kami utk besok." jawab Inoo.
"ooh, baiklah kalau begitu, aku permisi" setelah mengatakan hal tsb, gadis cantik berponi itupun pergi meninggalkan Inoo dan Daiki yg sedang ber "ah" ria karna merasa lega akan situasinya.
"oi, Inoo-chan, apa kau tdk merasa gadis itu mencurigakan?" tanya Daiki.
"menurutku tidak."
"apa mungkin dia menguntitmu dan mengetahui bahwa kau akan datang lebih pagi dan sengaja menaruh surat itu diatas mejamu?"
"itu tidak mungkin. Lagipula, aku tak pernah membeberkah soal jam keberangkatanku ke sekolah selain pada kedua peliharaanku" jawab Inoo.
"ooh, yasudah. Sekarang kita bisa pulang kan?"
dan merekapun meninggalkan sepucuk surat balasan tsb, lalu ketika ruangan menjadi sangat sepi, seseorang masuk kedalam kelas dan mengambil surat tsb.
Tbc....
Cast: Inoo Kei, Daiki Arioka, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, Friendly
Rating: T
****
Inoo mendapati Daiki sedang bersantai bersama...er..., gadis2 pemujanya didalam ruang latihan basket. Tanpa mengatakan alasan yg jelas, Inoo langsung menyeret Daiki ikut bersamanya, membuat sang empu tangan terkejut bukan main.
Setelah berhasil menyeret sang dewa cinta menurut Inoo itu, akhirnya merekapun sampai ke tujuannya, sebuah tempat yg sepi di belakang aula yg lama tak terpakai.
"hoi, Inoo-chan, jika ingin melakukan sesuatu denganku, bukankah bisa di tempat umum saja?" tanya Daiki sedikit beringsut.
"pssstt! Diamlah dasar playboy, aku tidak berniat YAOIan denganmu, aku masih punya selera tau!"
"haah? Apa maksud perkataanmu barusan PIG?"
"sudahlah, aku menarikmu kemari karna aku ingin minta bantuan. Tapi aku tidak ingin mengatakannya di tempat umum karna aku juga tidak mau org lain tau bahwa..." Inoo menggantungkan kalimatnya.
"Bahwa apa?" Daiki terlihat penasaran.
"bahwa..."
"ya?"
"bahwa..., aku tidak bisa memilih kalimat yg tepat utk membalas surat" ucap Inoo pundung sepundung pundungnya.
Daiki malah memasang wajah cengonya, "apa?"
"bantulah aku Dai-chan. Utk yg satu ini saja"
"tapi untuk apa? Ku kira kau tak pernah berminat membalas surat penggemar?"
"akan kuberitahu padamu alasannya, tapi bantu aku dulu."
"ya, baiklah"
dan akhirnya, Inoo bisa terlepas dari beban dirinya dan pikirannya soal surat penggemar sialan itu kemudian menyerahkannya pada Daiki. Setelah memberikan surat penggemarnya pada Daiki untuk kemudian dibalas, bel masuk kembali berbunyi, menandakan semua siswa harus kembali ke kandang mereka masing2 utk melanjutkan program belajar mereka. Inoo dan Daiki segera menuju ke kelas mereka, dan tanpa mereka ketahui, sebuah sosok siluet sedang menyeringai menatap mereka dari balik tempat yg tersembunyi.
"mudah sekali..., kekeke..." tawa org tsb kemudian menghilang.
** TIME SKIP **
Waktu berlalu, tak terasa, bel pulang berdering di Horikoshi Gakuen dan melepaskan bunyi2 surga yg terdengar bagai nyanyian malaikat pembawa berkah bagi seluruh siswa siswi yg bersekolah di sana. Koridor sekolah mulai ramai, pintu gerbang Horikoshi Gakuentelah dibuka, dan banyak siswa mulai berbondong2 melaluinya utk segera pulang ke rumah masing2.
Semua siswa harusnya sudah pulang sekarang, tapi sepertinya masih ada 2 orang yg mempunyai urusan yg belum selesai sehingga mereka masih harus tinggal lebih lama lagi di kelas mereka.
"Dai-chan, cepatlah sedikit!" tuntut Inoo terhadap Daiki yg tengah menulis suratnya.
"tunggu sebentar Inoo, kau pikir aku ini mesih apa?" protes Daiki.
"tapi bukankah kau mengakui dirimu sebagai mesin cinta? Jadi kau itu mesin kan?" tukas Inoo dgn wajah datarnya.
"apa?"
"sudahlah, ayo cepat. Orgnya mungkin akan segera dtng."
tak berapa kemudian, Daikipun selesai menulis surat tsb, dan bersamaan dgn itu, terdengar suara langkah kaki sedang menuju ke arah mereka, tidak pelan dan juga tidak cepat. Daiki dan Inoo mulai berkeringat dingin.
"apakah itu orangnya?" pikir mereka.
Langkah tersebut semakin dekat, dan akhirnya, sosok tersebutpun mendekati pintu kelas, lalu....
"DAG DIG DUG...." kira2 begitu bunyi detak jantung mereka a.k.a Inoo dan Daiki. Langkah kaki tsb berhenti di dekat pintu.
"halo, apakah masih ada orang?" seorang gadis melongo di depan pintu dan mendapati sosok Inoo dan Daiki yg entah sejak kapan sudah menjadi...er, menggelikan? Gadis itu terkejut melihat Daiki dan Inoo.
"ah, Miyuki-san, konnichiwa" sapa Inoo.
"I-Inoo-san, to Daiki-san wa...., YAOI??" ucap org yg ternyata adl Miyuki tsb.
"haa, apa?" kini Inoo mulai tersadar, iapun perlahan menatap Daiki yg sedang berada di gendongannya, ia juga tidak tau sejak kapan Daiki sudah berada di sana.
"apa?" tanya Daiki ketus.
"kau ini!"
BAKK
"ittaaaiii!!!" seru Daiki kesakitan karena Inoo melepas rangkulannya dan membuat pantat Daiki sukses mencium lantai yg dingin nan keras.
"kau salah paham" ucap Inoo mencoba menjelaskan.
"a...aa..., begitu ya" ucap Miyuki paham dgn situasinya. "lalu, apa yg Inoo-san dan Daiki-san lakukan di sini?" tanya Miyuki.
"aah, tidak. Kami hanya sedang mengurus jadwal kami utk besok." jawab Inoo.
"ooh, baiklah kalau begitu, aku permisi" setelah mengatakan hal tsb, gadis cantik berponi itupun pergi meninggalkan Inoo dan Daiki yg sedang ber "ah" ria karna merasa lega akan situasinya.
"oi, Inoo-chan, apa kau tdk merasa gadis itu mencurigakan?" tanya Daiki.
"menurutku tidak."
"apa mungkin dia menguntitmu dan mengetahui bahwa kau akan datang lebih pagi dan sengaja menaruh surat itu diatas mejamu?"
"itu tidak mungkin. Lagipula, aku tak pernah membeberkah soal jam keberangkatanku ke sekolah selain pada kedua peliharaanku" jawab Inoo.
"ooh, yasudah. Sekarang kita bisa pulang kan?"
dan merekapun meninggalkan sepucuk surat balasan tsb, lalu ketika ruangan menjadi sangat sepi, seseorang masuk kedalam kelas dan mengambil surat tsb.
Tbc....
Langganan:
Postingan (Atom)