Sabtu, 08 Februari 2014

Kaze no Uta (8)
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, Friendly
Rating: T

****

Inoo cukup terkejut mendapati sebuah surat dipagi hari di atas meja agungnya, tapi siapa yg menulis surat itu? Menurut otak jeniusnya, ia tak mau ambil pusing, paling hanya penggemar dan para gadis2 gila yg menjadi fansgirnya saja. Tapi bentuk kalimatnya tidaklah biasa, karna menurut pengalamannya, para fansgirnya akan menulis kalimat super duper menjijikkan tanpa ada rasa malu sedikitpun. Dan akhirnya Inoo memutuskan utk membalas surat tsb, tapi akan ditulisnya pada jam istirahat nanti.

**TIME SKIP**

Bel berdenting keras, tanda jam istirahat telah dibunyikan, sekolah yg tadinya sepi tanpa suara dan satu sosokpun langsung menjadi riuh dan brisik. Semua siswa berhambur keluar dari kelas masing2, mencari sudut2 yg dapat digunakan utk menikmati 15 menit berharga ini.
Inoo terlihat berjalan sendiri tanpa ditemani Daiki, ia berjalan menuju taman belakang sekolah. Dalam setiap derap langkahnya, ia selalu memikirkan bagaimana cara menulis kalimat yg tepat utk membuat si pengirim surat itu mengatakan jati dirinya.
"sial, kenapa aku tidak minta bantuan Dai-chan saja tadi. Si playboy itu pasti sedang berkutat dgn para penggemarnya sekarang." ucap Inoo kesal sambil membayangkan Daiki yg dikerumuni siswi2 cantik yg merupakan fans girnya. "aku terlalu naif utk memikirkan seorang gadis. Itu mengerikan" ucapnya lagi.
Tiba2, langkahnya terhenti, mata indahnya yg berhiaskan sepasang manik Onyx menatap intens pada sosok seorang siswi berambut sebahu yg sedang duduk diatas bangku taman yg menjadi tujuannya. Dari ciri2nya, sepertinya ia tau siapa gadis itu. Inoo segera memasukkan bolpoint dan kertas kedalam saku celananya, dan segera memajang wajah stoic tampannya lagi.
"oi, gadis tomboy! Apa yg sedang kau lakukan di tempatku?!" tanya Inoo setengah berseru yg ternyata mendapat respon dari siswi tersebut. Perlahan ia berbalik, dan memperlihatkan raut wajah kesalnya yg menurut author malah terlihat cantik ‪#‎plakk‬.
"apa katamu dasar pria sombong!?" ucapnya sakarastik.
Inoo tersenyum puas "heh, ternyata memang benar kau" ucapnya tak kalah tajam.
Gadis cantik sebahu yg ternyata adalah Sayaka itu perlahan berdiri dari tempatnya duduk, menghampiri Inoo yg berdiri tegap dgn seringai mengejeknya yg khas.
"ulangi lagi kata2mu!" tuntut Sayaka.
"apa kau ingin aku mengeja? T.O.M.B.O.Y, begitu kan?" ucap Inoo.
Mendengar kata tersebut, telinga Sayaka langsung memanas, terlihat seperti ada kumpulan asap2 putih keluar dari lubang telinganya #plakk. Dengan kasarnya Sayaka menarik kerah baju Inoo dan memberinya tatapan death glare yg mengerikan tapi cantik. Sementara Inoo, malah balik menatap dan masih tetap memasang seringai yg sama.
"kau ini..., ternyata cantik juga ya" ucap Inoo yg sukses membuat Sayaka terkejut.
"apa? Jangan main2 denganku ya!" tukasnya.
"tapi sayang, sifatmu itu jauh lebih buruk, aku menyayangkannya, sangat. Jadi tolong lepaskan kerah bajuku agar aku bisa bersantai di tempatku." ucap Inoo sambil melepaskan cengkeraman tangan2 halus Sayaka dari kerah bajunya dgn cara yg kasar pula, membuat Sayaka sedikit terhenyak. Setelah bertatapan dan saling memberikan death glare andalan, merekapun berpisah tanpa sepatah katapun, Inoo menuju kursi tujuannya, sementara Sayaka pergi entah ke mana.
Inoo menghela napas panjang setelah duduk di atas bangku taman itu.
"dasar gadis gila" ucapnya. Iapun kemudian mengeluarkan kertas dan bolpoint yg tadi diselipkannya di sakunya, ia mulai memikirkan bagaimana kata2 yg pas untuk membalas surat tsb. Karna ini kali pertamanya membalas surat penggemar (Inoo tak pernah membalas surat siapapun sebelumnya), makanya Inoo menjadi salah tingkah sendiri dan bingung menentukan kalimat seperti apa yg akan dipakainya.
Setelah berkutat dgn otak dan hatinya yg tidak bsa diajak kompromi dan menemukan kalimat yg pas, Inoo akhirnya menyerah dan memutuskan utk mencari Daiki dan memintanya utk membantunya.
Inoo segera berdiri dan beranjak dari tempat duduknya, ia berniat menyusuri seluruh sekolah utk menemukan sohibnya itu, tapi itu akan memakan waktu sangat banyak sementara waktu istirahat hanya tersisa 6 menit. Dan akhirnya Inoo memutuskan pergi ke tempat biasanya Daiki nongkrong bersama gadia2 panggilannya (oh, itu terlalu kasar). Inoo berdiri didepan ruangan olahraga, setelah beberapa detik berpikir, akhirnya Inoo membuka pintu besar ruangan olahraga, dan GETS!!! Tepat di tempat duduk penonton, terlihat Daiki dan 4 org siswi2 gatalnya sedang tertawa mesum, entahlan apa yg mereka bicarakan sampai sanggup tertawa seolah2 tenggorokan mereka hendak pecah. Inoo melangkah mendekati Daiki dgn wajah super stoicnya.
"oi, Dai-chan!" sahut Inoo yg berhasil menyita perhatian Daiki dari ke-4 gadis panggilannya.
"aah, Inoo-chan? Ada apa?"
"kemari dan bantu aku"
tanpa babibu Inoo segera menyeret Daiki keluar.

Tbc....
Kaze no Uta (7)
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, Friendly
Rating: T

****

Hari semakin larut, di jalanan setapak yg mulai sepi akan aktivitas makhluk hidup, terlihat seseorang sedang menapakkan kaki2 jenjangnya di sana. Ia berjalan dengan cukup tegap, sorot matanya seakan menggambarkan dirinya tengah bersedih.
"seandainya kau ada di sini sekarang, mungkin aku masih bisa merasakan tanganku menghangat. Sekarang angin menjadi lebih dingin dari biasanya, apa mungkin karna sebentar lagi akan musim gugur ya?" batin pria tampan itu sambil menatap kosong tangannya.
Tak lama ia melangkah, sebuah limosin berplat hitam menghampirinya, pria itu berhenti, ia tau betul siapa itu.
"Paul?"
pintu depan limosin tsb terbuka, sosok org tua paruh baya muncul dari dlm sana.
"silahkan naik tuan muda. Saya mencari anda kemana2, tapi tidak kutemukan. Saya hanya berpikir apakah anda akan segera merujuk ke mansion, jadi saya segera kemari" ucap Paul mengutarakan alasannya.
"baiklah, maaf sudah membuatmu khawatir." jawab pria tampan tsb dan segera masuk kedalam limosinnya kemudian melaju menuju kediamannya.

**TIME SKIP**

Mentari cerah melongo di ufuk timur, menebarkan cahaya kuning keemasannya pada seluruh Jepang dan mengirimkan kesan bahagia pada setiap orang. Di sebuah sekolah super elite di negara Sakura tersebut terlihat masih sepi di jam segini, pantas saja, ini kan baru jam 6.30 *author dijitak*
tapi sesuatu yg nampak aneh sepertinya terjadi, entahlah siapa yg sangat rajin itu hingga suara derap kakinya sudah terdengar di koridor sekolah tsb. Dari derap langkahnya ia tak nampak terburu2, santai dan tidak memperdulikan suasana yg kelam mencekam di sekelilingnya. Pria tampan dgn stelan jas khusus seragam itu sedang melangkah menuju kelasnya yg terletak di ujung koridor sekolah tempatnya berpijak saat ini.
Sesekali ia menguap ‪#‎author_mimisan‬*, pria tampan, kaa nan cerdas itu masih berkutat dgn langkahnya, mata yg terlihat sayu dan tampang stoic yg tak dibuat2. Tapi itu semua tidak menutupi kecanti...eh, maksudnya ketampanannya.
Setelah menderap langkah beberapa menit akhirnya sampailah dia di tempat yg ditujunya, tempat yg dianggapnya adl sebuah barier pelindung paling kuat krna bisa melindunginya dari serangan para fansgirnya di sekolah. Iapun segera membuka pintu kelas tsb dan masuk kedalamnya, diperhatikannya sebuah kursi dan meja yg bersepasang dgn sebuah amplop kertas di dalamnya.
"hmm?" ia bergumam, ia mungkin sudah terlalu sering melihat hal seperti ini, tapi surat diatas mejanya di pagi hari? Bagaimana bisa pengirim surat itu tau bahwa hari ini ia akan dtng jauh lebih pagi. Pria itu mengambil surat tsb, membuka amlop dan membaca isinya.
"Inoo-san, pagi yg cerah ya? Hari ini aku berharap kau datang lebih pagi dari biasanya. Aku ingin mengatakan yang sejujurnya padamu tentang perasaanku padamu, tapi aku terlalu takut untuk itu. Hanya ini yang bisa kuberikan, maaf jika ini mengganggumu. Tapi aku benar2 menyukaimu. Entahlah kau mau menerimanya atau tidak, tapi itu sudah menjadi keputusanku. Tolong balaslah surat ini"

kira2 begitulah isi suratnya. Pria yg ternyata adl Inoo itu menjadi penasaran pada sang pemilik surat, ia belum pernah menemukan kasusnya yg seperti ini. Tapi apa boleh buat, ini sudah terlanjur, Inoo akan membalasnya dan menanyakan hal yg sebenarnya, kira2 seperti itulah.

Tbc....
Kaze no Uta (6)
Cast: Inoo Kei, Daiki Arioka, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Rmance, Friendly
Rating: T

****

"jadi..., apa yg kau lakukan di sini? Aku baru melihatmu berada di sini" tanya Inoo dgn tampang stoicnya yg biasa.
"Kaze wo Kire" jawab Miyuki sambil tersenyum.
"Kaze...wo Kire?"
"hai, angin2 yg berada di sini selalu bisa menenangkan aku dikala Saya-chan tdk ada. Mereka seakan menyanyikan lagu untukku dan menyuruhku utk tak lagi menghawatirkan Saya-chan, dia pasti baik2 saja"
"kalian itu sudah sangat dekat ya?"
Miyuki tersenyum, senyum tulus yg hangat "Saya-chan wa watashi no nakama o janai. Saya-chan wa ima wa watashi no onee-san" jawab Miyuki yg seketika membuat Inoo terperanggah meskipun reaksinya itu dapat ditutupi oleh kestoickan wajahnya yg terkesan lebih cantik itu *WARNING, AUTHOR KENA KOMPLIKASI!!!*
"sou desu ne. Ma, kalau begitu aku akan permisi dulu, jaa" ucap Inoo mengakhiri perjumpaannya dan segera berlalu, sementara Miyuki yg berdiri di jembatan kecil tsb menatap penuh arti punggung tegap Inoo Kei. Tiba2, langkah Inoo terhenti, seperti ada yg terlupakan. "oh ya, soal kata maaf tadi. Jangan ceritakan pada siapapun" ucap Inoo yg membuat Miyuki setengah terkejut tapi kemudian mengangguk mengiyakan.
Inoo terus berjalan menuju kediamannya, tak dihiraukannya ratusan pasang mata yg menatapnya seperti orang kesurupan. Pandangan mata yg liar dan penuh nafsu (baiklah, itu berlebihan) tak dihiraukannya sedikitpun dan diapun terus melangkah dengan kaki jenjangnya menuju mansion mewahnya.
Di depan sebuah toko buku, Inoo berhenti sejenak, pikirannya melayang di suatu peristiwa, ia membayangkan gema tawa seseorang di kepalanya yg berhiaskan surai hitam yg indah itu. Langkahnya kembali membias menuju toko buku tersebut. Iapun melihat2 koleksi novel yg ada di sana, matanya tertuju pada sebuah novel berjudul Hatsukoi no Jirenma (dilema cinta pertama). Entah apa yg merasukinya, Inoo segera membuka lembar demi lembar buku tersebut dan membacanya, ia sedikit terkejut karna didalam novel tsb tertera namanya sebagai pemeran laki2. Karna cukup tertarik, iapun memutuskan utk membeli buku tsb, tapi sebelum ia benar2 beranjak, Inoo memperhatikan lemari2 berisikan tumpukan2 buku tersebut sejenak dan kemudian pergi menuju loket pembayaran.
"berapa harga novel ini?" tanya Inoo pada seorang gadis yg membelakanginya yg diyakini adl kasir di sini. Gadis berbusana kerja itu berbalik dan menatap Inoo, membuat Inoo sedikit terkejut. Beberapa saat kemudian, gadis itu terperanjat.
"KAU!!???"
"Apa?" tanya Inoo dgn wajah stoicnya.
Gadis itu masih berkutat dgn wajah terkejutnya atas Inoo Kei yg tampan kelewat cantik ‪#‎plakk‬. Mata agak sipit, kulit mulus nan putih cerah, rambut hitam sebahu yg legam, tinggi mencapai rata2, dada yg proporsional, bokong yg bagus.
"apa yg kau lakukan di sini!?" tanya gadis itu lagi, kali ini dgn wajah yg lebih geram.
'Kamisama, kesialan macam apa yg kau berikan padaku hari ini?' batin Inoo pundung.
"oi! Apa kau dengar?!"
"aku mau beli buku ini. Sebutkan harganya agar aku bisa pergi dari sini." ucap Inoo masih dgn wajah stoic.
"dasar pria jutek, jika seperti itu terus kau akan cepat tua dasar oji-san!" sungut sang gadis sambil menjulurkan lidahnya.
Sebuah perempatan urat2 berdenyut di dahi Inoo Kei mendengar kalimat sarkastik yg dilontarkan dari bibir manis gadis berambut sebahu itu.
"namamu Sayaka Yamamoto bukan?" tebak Inoo yg membuat gadis cantik itu menoleh dan menatap Inoo lagi, ia tak menghentikan kegiatannya memeriksa berkas buku yg akan dibeli Inoo.
"dari mana kau tau?"
"dari gadis berponi yg telah menumpahkan segelas jus alpukat kental di Jas seragamku kemarin" jawab Inoo.
TWISCH
bagai ada petir yg menyambar kepala Sayaka, dihatinya langsung terhinggapi rasa khawatir yg luar biasa, tanpa memperdulikan kerjaannya, Sayaka langsung berbalik dan segera meraih kemudian mencengkram kerah baju Inoo dgn kasar, Inoo hanya terlihat santai dgn reaksi Sayaka.
"kau! Jika terjadi apa2 padanya, akan kubuat kau menyesal pernah di lahirkan ke dunia!" ucap Sayaka geram.
"keh, reaksi yg bagus" ucap Inoo masih dgn tampang stoicnya namun kali ini berhiaskan seringai licik.
"katakan apa yg kau lakukan padanya brengsek!" bentak Sayaka lebih geram lagi.
"kau tanyakan sendiri padany gadis tomboy" jawab Inoo sambil menatap kearah lain.
Setelah mendengar jawaban tersebut, Sayaka segera melepas cengkramannya terhadap kerah baju Inoo meski dgn cara sekasar pria. Inoo membenarkan kerah bajunya.
Sayaka mengambil buku yg hendak dibeli Inoo dan menyerahkannya dgn kasar.
"harganya 1000 Yen."
Inoo merogoh saku celananya dan mengambil beberapa lembar uang kemudian menyerahkannya pada Sayaka, setelah itu diapun beranjak pergi sementara Sayaka menatapnya dgn sorot mata kejengkelan di setiap langkahnya.

Tbc.....
Kaze no Uta (5)
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, Friendly
Rating: T

****

Pagi menjemput, malam yang penuh misteri dan rasa penasaran bagi Sayaka Yamamoto berlalu, tapi hal yg dilihatnya semalam atas sahabatnya terus menghantui pikirannya, bagai bayangan yg selalu mengikuti kemanapun dia pergi.
Pagi itu, suasana nampak begitu cerah, hamparan cahaya keemasan mentari menghujam bumi memberikan kehangatannya pada seluruh pelosok yg dikenainya.
Jam sekolah di Horikoshi Gakuen dimulai pukul 8.30, tapi pada pukul 8.00 semua siswa harus sudah berada di dalam kompleks sekolah.
Suasana sekolah sudah mulai semakin ramai, telah banyak siswa-siswi berlalu lalang di koridor2 sekolah atau di dalam kelas. Di kelas Idola, tempat sang pangeran tampan Inoo berada, sudah terlihat ramai, Inoo bahkan datang lebih awal, sungguh bukan pemandangan yg biasanya.
"Inoo-chan, aku heran, bagaimana bisa kau datang lebih awal?" tanya seorang gadis menegur Inoo, seorang gadis cantik nan imut bermata kucing.
"bukan urusanmu" jawab Inoo ketus.
"hiee...? Tidak perlu seketus itu kan? Dasar" sungut sang gadis sambil menjulurkan lidahnya dan pergi meninggalkan Inoo.
Setelah gadis itu pergi, Daikipun datang, ia melirik gadis cantik tadi yg pergi dgn wajah juteknya.
"Minami-san? Ada apa dgnnya?" tanya Daiki pada Inoo.
"tanyakan saja padanya" jawab Inoo.
"ooh. Ah, iya. Kedua gadis yg kemarin itu aku sudah mengetahui alamat tempat tinggal mereka"
Inoo melirik Daiki "lalu?" tanyanya kemudian.
"ee..., kau tidak ingin menyelidiki mereka lebih jauh?"
Inoo kembali menghadap kedepan "tidak tertarik" jawabnya singkat.
"huuh...." Daiki pundung dan segera beranjak kemudian duduk di tempat duduknya.
Inoo yg merasa prihatin dgn sahabatnya itu tidak punya pilihan lain, terkadang wajah dan tingkah laku sahabatnya iru membuatnya Iba.
"haaah..., baiklah. Katakan dimana mereka tinggal" ucap Inoo kemudian.
Daiki segera berbalik dan menatap Inoo dgn wajah berseri seperti seorang pria yg baru menang lotre.
"mereka berdua tinggal di 2 alamat berbeda, ini!" Daiki menyerahkan selembar kertas berisikan alamat Sayaka dan Miyuki.
"mereka seperti tinggal bersama. Lihat saja, apartemen yg ditinggali si gadis tomboy itu hanya berjarak 5 meter dari gadis berponi itu.
"itu bisa disimpulkan sih" jawab Daiki.
Beberapa menit kemudian, bel tanda pelajaran masuk berdering keras, memperingatkan semua siswa untuk masuk kedalam kelas masing2 dan segera mengenyam pelajaran.

**Time Skip**

langit sore nampak mendung, mentari hanya terlihat mencuri2 pandang muncul diantara awan2 kelam, cakrawala terlihat kuning kecoklatan diterpa cahaya bias mentari oleh awan2 kelam yg menutupinya.
Sebuah pemandangan aneh bin ajaib terlihat sore itu, seorang Inoo Kei tidak memakai kendaraan mewahnya untuk menjajaki jalanan dan pulang ke rumahnya.
"hanya sore ini saja" ucap Inoo diantara langkahnya. Ia berhenti di sebuah jembatan kecil dekat danau yg indah, pandangannya tertarik oleh sosok seorang gadis berambut panjang yg berdiri diatas jembatan kecil tsb. Langkah Inoo membias menuju jembatan tersebut, ia terus melangkah lebih dekat hingga suara langkahnya terdengar oleh gadis tersebut dan menoleh menatap Inoo. Inoo terperanggah, gadis itu adl orang yg kemarin dicercanya karna menumpahkan segelas jus alpukat pekat ke atas jas seragamnya yg tak seberapa.
"a-ah..., I-Inoo-san" ucap gadis itu.
"ah. Kau ya. Kau Miyuki bukan?" tanya Inoo.
"hai, sou desu. Bagaimana..."
Inoo melangkah lebih dekat pada gadis tersebut, membuat Miyuki merasakan sesuatu. Wajahnya terlihat merah.
"maaf soal yg kemarin. Aku bukannya hendak membentakmu, itu karna mungkin aku terlalu labil." ucap Inoo sambil menghadap danau dan merasakan semilir angin yg menampar wajah mulusnya.
Miyuki menatap Inoo sendu "aah, itu akulah yg salah. Mungkin Inoo-san benar, aku harus memorong poni ini agar aku bisa melihat siapa yg ada di hadapanku" ucap Miyuki sambil membenarkan poninya agar tak menutupi matanya.
"ah, jangan menganggap serius kata2ku kemarin, kau terlihat cantik kok dengan poni itu." puji Inoo yg langsung disambut rona maron di wajah Miyuki. "oh ya, ngomong2, apa yg kau lakukan di tempat ini?"
"merasakan angin" jawab Miyuki. Jawaban itu membuat Inoo terperanggah lagi, hal yg sama yg sering dilakukan seseorang yg dicintainya.
"merasakan...angin?"
"hai, di sini saat aku merasakan angin menerpa rambut dan wajahku, aku merasa seperti angin itu menyanyikan sebuah lagu untukku. Lagu yg sangat dalam dan indah, untuk itulah aku sangat suka berada di sini. Angin selalu menjadi temanku saat Saya-chan tidak ada, dan aku seperti mendengar bahwa mereka memberikan pesan bahwa Saya-chan baik2 saja dan membuat hatiku tidak gusar lagi dengan mengkhawatirkan Saya-chan" jawab Miyuki.
"kau itu..., bersahabat baik ya dgn si tomboy itu"
Miyuki tersenyum "hmm..., dia itu seperti kakak bagiku"

Tbc....
Kaze no Uta (4)
Cast: Inoo Kei, Daiki Arioka, Sayaka Yamamoto, Miyuki Kashiwagi
Genre: Romance, Friendly
Rating: T

****

Inoo yang sedang kesal segera melesat menuju kamar mandi sekolah bersama Daiki tanpa memperdulikan kedua gadis yg menurutnya telah mengakibatkan masalah baginya. Bahkan di dalam kamar mandi, Inoo masih mengucapkan sumpah serapahnya atas apa yg barusan dialaminya.
"Dai-chan, siapa kedua gadis itu?" tanya Inoo dgn nada datar khasnya pada Daiki dari dlm kamar mandi.
"umm, yg tadi menabrakmu namanya Miyuki Watanabe, putri bungsu keluarga Watanabe pemilik Watanabe Corp, tapi dia sekarang yatim piyatu, ayah dan ibunya wafat dalam sebuah kecelakaan bruntun yang terjadi di Osaka 5 tahun lalu, dan kakak satu2nya Mayu Watanabe meninggal dalam kecelakaan juga. Harta warisan orang tuanya diberikan padanya, tapi selama ini diketahui ia hanya memakai kekayaan itu hanya untuk keperluan sekolah saja" jawab Daiki parsial. Didalam kamar mandi yg dihalangi pintu berbahan Mahoni dgn warna putih tersebut, Inoo sedikit merenung, seperti ada rasa kasihan pada dirinya terhadap gadis yang telah dibentaknya tadi hanya karna segelas jus alpukat, padahal dia masih punya 9 Jas Seragam yg sama di dalam lemari rumahnya.
"lalu gadis tomboy itu?" tanya Inooo lagi, kali ini nada penasaran terselip dalam kalimatnya.
"ah, namanya Sayaka Yamamoto, seorang gadis tomboy keturunan Yamamoto, pemilik perusahaan Yamamoto Group. Diketahui bahwa sejak masuk sekolah ini, Sayaka telah menjadi sahabat baik Miyuki." jawab Daiki lagi dengan jawaban yg kini penuh.
"ooh, begitu ya" ucap Inoo yg tiba2 membuka pintu dengan tissue toilet ditangannya, jas seragam yg tadi dipakainya kini sudah ia tanggalkan, kali ini ia hanya memakai kemeja putih saja untuk atasannya.
"lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Daiki.
"tidak ada, ayo pergi" jawab Inoo dan kembali melesat pergi.

**Time Skip**

Bel tanda pelajaran berdenting nyaring hingga seakan merambat dari seluruh medium sekolah dan mengantarkan suara kebahagiaan itu menuju setiap kelas yang dilaluinya. Semua siswa didalam kelas tersebut bersorak gembira lantaran senangnya, waktu 7 jam mengenyam pelajaran yg menyuntukkan akhirnya selesai juga.

"jika ada suara yang kurindukan, maka itu adalah suaramu. Deru angin yang berhembus seakan menyanyi bersamamu dan mengawal suaramu. Aku suka melihatmu menahan angin dengan wajahmu dan membiarkan rambutmu yg digerai mengalun bersama angin. Tapi mengapa, nyanyian sang anginlah yang juga merebutmu dariku?"

Malam itu disebuah apartemen yg terlihat biasa2 saja, hanya sebuah lampu neon sebagai penerang dibagian depannya saja, sementara bagian belakangnya diselimuti kegelapan yg mencekam. Suasana rumah tersebut awalnya sepi, tapi segera berubah tatkala seorang gadis tiba2 muncul dan mengetuk-ngetuk pintu apartemen tersebut.
"Yuki-chan...! Aku datang!" seru gadis tersebut sambil mengetuk pintu dengan agak keras. Dia memakai sweeter abu2 dengan rok mini 10 cm diatas lutut berwarna abu2 pula (yaampun, kenapa selera Saya-chan jadi sangat payah soal warna ya? :3).
"hai, chotto matte Saya-chan!" terdengar sebuah suara menyahut dari dalam rumah tersebut. Tak lama kemudian, seorang gadis membuka pintu bercat coklat tersebut, poni dan rambut hitam panjang yg digerai, wajah cantik dan imut, senyum yg mempesona, dia Miyuki.
"konbanwa Saya-chan, ayo masuk!" ucap Miyuki menyilahkan Sayaka masuk.
"aah, Konbanwa" jawab Sayaka dan segera mengikuti sang tuan rumah.
"Saya-chan menunggulah sebentar di sini, aku akan mengambilkan segelas minuman untukmu" ucap Miyuki dan segera melesat menuju dapurnya.
Sayakapun duduk di sofa empuk yang telah disediakan Yuki, pandangannya ditarik oleh sebuah buku binder yg diletakkan diatas meja depan sofa tersebut. Karna sangat penasaran, Sayaka akhirnya memberanikan diri mengambil buku tersebut dan membukanya setelah beberapa kali melongo dan melihat apakah di sana ada Miyuki atau tidak.
Sayaka menjadi terkejut melihat isi buku tersebut, ia membaca dgn ditel semua isi lembaran yg berisi hal mengejutkanitu tanpa satu katapun terlewati, dan saat terdengar suara manis Miyuki mulai menuju kearahnya, iapun segera menutup buku tersebut dan meletakkannya diatas meja.
"aah, Saya-chan. Malam ini paling enak minum teh, aku sudah membuatkannya, ini" ucap Miyuki sambil meyodorkan secangkir teh yg telah dibuatnya. Sayaka menerima teh tersebut dan bersikap biasa, seolah2 tidak ada apapun yg terjadi.
"h-hai." jawabnya terbata.
Seperti yg dikatakan Sayaka tadi siang, dia akan menuju rumah Miyuki untuk menanyakan ttg pelajaran yg tdk dimengertinya, akan tetapi sepertinya Sayaka menemukan hal yang begitu mengejutkannya, kira2 apa yg disembunyikan Miyuki darinya? Dan mengapa ia tak pernah bercerita pada Sayaka sebelumnya tentang hal mengejutkan ini?

Tbc.....
Kaze no Uta (3)
Cast: Inoo Kei, Daiki Arioka, Miyuki Watanabe, Sayaka Yamamoto
Genre: Romance, Friendly
Rating: T

****
"hufft...., syukurlah..." ucapku menghela napas saat berada di dlm kelas dan terbebas dari gadis2 killer tersebut.
"keh, dikejar fans lagi ya?" ucap Daiki menegurku, aku menatapnya datar, seperti biasa.
"aah, kau benar. Kurasa aku memang harus mencari seseorang yg bisa melindungiku sekarang" jawabku ketus.
"sudahlah, abaikan saja" hibur Daiki.
"Arioka dan Inoo-san! Jika kalian tak ingin masuk pelajaranku sebaiknya keluar saja!" seru seorang pria yang baru kami sadari adal pak guru Tegoshi yg sedang mengajar. Daiki dan aku dgn sigap langsung memperbaiki cara duduk kami dan memperhatikan pak guru killer yg berwajah manis itu.

**Time Skip**

*NORMAL POV*

Bel tanda istirahat berbunyi, semua siswa berhamburan keluar dari kelas masing2 untuk menikmati waktu istirahat yang hanya segentir ini. Terlihat di kantin sedang ramai, para siswa sedang mengantri untuk mengambil makan siang mereka dengan rapi sambil mengobrol dsb.
Inoo dan Daiki terlihat berjalan beriringan sambil membawa nampan mereka menuju meja yg akan mereka duduki. Ketika keduanya sedang asyik mengobrol, tiba2
BRUKKK....
segelas jus alpukat mendarat mulus di baju Inoo sehingga meninggalkan warna hijau pekat yg sangat kentara dan kontras dgn warna jas seragamnya. Inoo menatap orang yang telah menumpahkan minuman itu kebajunya dgn tatapan super sinis ala induk babi (?). Orang itu ternyata seorang gadis, dan kini dia tengah tersungkur didepan kaki Inoo.
"ma-maafkan aku" ucap gadis itu terbata, ia berusaha menyembunyikan wajahnya dgn poni hitamnya yg menggerai, semua pasang mata mengarah pada mereka dgn tatapan tamat-sudah-riwayatnya.
"apa kau tidak punya mata hah!? Kau pikir tempat ini hanya milikmu saja?! Sebaiknya potong rambut jelekmu itu agar kau bisa melihat siapa yang ada dihadapanmu!" bentak Inoo sambil mengeluarkan kalimat2 sakarastik pada gadis tersebut. Tiba2 terdengar isakan dari sang gadis, orang2 mulai prihatin, tapi tidak dgn Inoo, wajahnya malah tambah membatu, Daiki bahkan sampai menelan ludahnya melihat reaksi Inoo.
"bisakah kau berhenti menangis!?"
"oi, jangan mengganggunya, dasar payah!"
tiba2 entah dari mana asalnya, sebuah Jitakan super seiyan langsung mendarat di kepala Inoo, hampir membuat sang pangeran jatuh tersungkur.
"itttaaiii, siapa yg melakukannya!?" bentak Inoo lagi. Dihadapannya berdiri seorang gadis yg sedang berposisi melindungi gadis yg tadi.
"rupanya seorang kakak ya. Menyedihkan" ucap Inoo sambil memasang wajah datar. Pandangan semua orang kembali terfokus lagi pada mereka, kali ini dgn tatapan Tamat-sudah-riwayat-kedua-gadis-itu.
"apa katamu?!" tukas gadis yg terlihat tomboy dgn potongan rambut sebahu, wajahnya terlihat cantik dan manis. Saat ia hendak maju lagi menjitak sang Piggy a.k.a Inoo, sepasang tangan mencegatnya dan menghentikannya, gadis tomboy tersebut berbalik dan melihat gadis yg menangis tadi memegangi tangannya.
"su-sudahlah Sayaka-chan, aku yang salah, seharusnya aku berjalan sambil memperhatikan jalanku" ucap Gadis berambut panjang dengan poni yg menggerai itu.
"tapi, dia telah membuatmu menangis!" sungut gadis tomboy bernama Sayaka itu.
"keh, kalian benar2 aneh, iko, Dai-chan, aku harus ke toilet dulu untuk membersihkan noda kotor ini" ucap Inoo sambil mengajak Daiki pergi, Daiki meletakkan nampannya diatas meja dan mengekori Inoo.
Setelah Inoo dan Daiki berlalu, kedua gadis tadipun berbenah diri dan segera beranjak pergi.
"Saya-chan, arigato" ucap gadis berponi panjang itu pada org yg telah menyelamatkannya.
"ne? Daijobu desu, itulah gunanya teman. Jika ada yang mengganggumu lagi, katakan saja padaku Yuki-chan" jawab Sayaka sambil nyengir lebar, matanya yg agak sipit dan pipi tembemnya membuatnya terlihat sangat manis dan imuutt.
"arigatou..." ucap gadis bernama Yuki itu.
"aah. Oh ya, sebentar aku ke rumahmu untuk belajar ya, soalnya aku belum memahami pelajaran yg dibawakan oleh Matsumoto-sensei tadi..., tasanya otakku bermain lompat tadi didalam kepalaku sendiri..." ucap Sayaka sambil memutar2 jarinya di kedua sisi kepalanya seperti org pusing.
"ehehe..., ya, baiklah" jawab Yuki sambil nyengir kuda.
"baiklah, sampai jumpa sebentar ya!" setelah mengatakan kalimat itu, Sayakapun berlalu meninggalkan Yuki dan pergi entah ke mana.
Ketika Sayaka telah menghilang di sudut ruangan, pandangan Yuki tiba2 berubah menjadi seperti sendu, sangat sendu.
"gomennasai, Saya-chan..." ucapnya lirih, air matanya nampak menetes satu per satu dari mata indahnya yg berhiaskan manik Onyx dan membasahi pipi putihnya yg mulus bak porcelain itu.
"maaf karna harus menyusahkanmu..." rintihnya lagi. Setelah merasa cukup baikan, Yuki memberanikan kakinya melangkah, dan iapunakhirnya menghilang di sudut koridor masih dengan sedikit isakan dari mulutnya.

Tbc....
Kaze no Uta
Cast: Inoo Kei, Daiki Arioka
Genre: Romance, Friendly
Rating: T

****
Pria tampan nan kaya itu beranjak menjauhi bangku yang tadi didudukinya, pohon yg menaungi bangku tersebut bergoyang lagi mengikuti alunan angin yang membawa dedaunannya kesana kemari. Langkahnya lagi-lagi berhenti pada tepat dihadapan sebuah limosin hitam yang tadi ditumpanginya.
"apakah anda sudah selesai tuan muda?" Tanya Paul pada pria tersebut.
"aku ingin mengunjunginya sekarang. Apa sudah kau sediakan buket bunga yang kupesan?"
"sesuai keinginan anda tuan"
"baiklah kalau begitu, kita pergi"
Paul membukakan pintu limosin untuk tuan mudanya lalu setelah tuan tampa itu masuk kedalam mobil tersebut, merekapun segera melaju menuju suatu tempat yang sebentar lagi akan diketahui.
selang 20 menit perjalanan mereka, limosin mewah itupun akhirnya mengurangi kecepatan dan tepat berhenti di sebuah pemakaman tua yang terlihat bersih dengan rumput hijau yang segar.
Pria yang bersama paul tadipun segera melangkah keluar dari limosin setelah sejenak mengatur napasnya di dalam limosin tersebut. Langkahnya sedikit ia percepat seperti tak sabar bertemu seseorang, tapi siapakah gerangan yang akan ditemui pria tampan ini ditengah tempat yang menyedihkan seperti ini? Di tangan kanannya telah bertengger dengan manisnya sebuah buket lili putih yang tertata rapi, Paul hanya mengamati tuan mudanya itu dari dekat limosinnya.
Pria itu menghentikan langkahnya didepan sebuah gundukan tanah dengan sebuah batu nisan bertuliskan nama seseorang yang sepertinya cukup familiar bagi pria tersebut.
"ma, Misaki-chan, seperti janjiku kemarin, aku akan datang kemari dan membawakanmu buket lili ini. semoga kau senang" ucap pria tersebut ambigu, diapun meletakkan buket bunga itu diatas gundukan tanah tersebut tepat dibawah batunisan bertuliskan nama Misaki Sanada.
Misaki Sanada adalah kekasih pria tampan itu, meninggal pada usia 16 tahun akibat kecelakaan, dan mengakibatkan kekasihnya menjadi bersedih. Misaki adalah anak Yatim Piyatu dari keluarga Sanada, ia dan sang pria bertemu dengan cara yang tak pernah biasa.
Pria itu cukup lama berada di sana sambil memandangi gundukan tanah itu, setelah sekitar setengah jam berada di sana, iapun berdiri dan beranjak pergi.
"anda sudah selesai tuan?" tanya Paul
"sudah Paul, kita bisa pulang sekarang. aku harus menghadiri rangkaian rapat hari ini sejam kemudian"
"akan kami bantu anda berkemas."
Limosin mewah itu kembali melesat pergi, semua tidak tau apa yang sebenarnya dialami sang pangeran didalam keretanya, atau apa yang dipikirkan seorang putra bangsawan didalam kendaraan kebesarannya, tak satupun yang tau, hanya dia dan Kamisamalah yg tau apa itu.
****
Waktu berlalu, hari yang merupakan hari liburpun usai. Pagi senin yang cerah, semua nampak bersemangat dengan semua kesenangan yang tercipta, mentari pagi mengirimkan cahaya keemasannya memenuhi seisi kota dan membangunkan bayi-bayi burung yang menyiarkan suara-suara suka cinta.
Sebuah mobil toyota altis hitam melesat keluar menebus pagar tinggi menjulang mansion mewah seorang bangsawan, kecepatannya cukup membuat siapapun yang berada didalamnya menggigil ketakutan.
20 menit menempuh perjalanan gila itu, mobil tersebut berhenti di sebuah SMA yang terkenal sangat elit, Horikoshi Gakuen yang reputasinya tidak perlu lagi diragukan.
Mobil tersebut masuk kedalam sekolah megah itu, ratusan pasang mata menyorot jelas pada mobil tersebut atau lebih tepatnya pada siapa sipemilik mobil mewah itu.
Mobil toyota altis tersebut berhenti diparkiran sekolah, para gadis mulai mendekat demi dapat melihat jelas pemilik mobil itu. Dan kemudian pintu mobil itupun terbuka, menunjukkan seorang pria dengan wajah super tampan nan cenderung manis. Pria itu mengeluarkan dirinya dari benda tang menyelimutinya dari pandangan pers, para gadis mulai berteriak kesetanan saat sosok dewa tersebut terekspos sepenuhnya.
"KYAAAAA.....,INOOOOOOO KEEEII...............DAI SUKI..!!!!!" seru mereka kesetanan, tetapi tak dihiraukan oleh sang pemuda pemilik nama Inoo Kei tersebut dan hanya membuang muka dan berlenggak menuju kelasnya.
Naas bagi sang pangeran, disepanjang perjalanannya dia selalu dikerumuni oleh para gadis yang selelu berteriak2 tak jelas.

**INOO POV**
"ugh, sial. apa tidak ada hal lain yang dapat mereka lakukan selain menggangguku terus hah? mereka benar2 memuakkan" ucapku pelan sedikit bergumam atas kelakukan para siswi di sekolah pagi ini, sebenarnya bukan hanya pagi ini sih, jauh semenjak aku berada di sekolah terkutuk ini, mereka tak henti-hentinya berteriak padaku dengan jeritan cempreng mereka hingga membuat telingaku sakit dan terancam terkena tuli permanen. Segera kupercepat langkahku menuju kelas agar aku tak perlu lagi mendengar suara mereka.
Namaku Inoo Kei, putra pewaris kekayaan Keichi Corp. Aku bersekolah di Horikoshi Gakuen kelas Artis, punya sebuah boyband bernama Hey! Say! BEST yang beranggotakan 5 orang termasuk aku dan aku menganggap bahwa mereka adalah sahabatku. mereka juga bersekolah disekolah yang sama denganku. Kelasku berjarak cukup jauh dari pintu gerbang maupun parkiran, menyebabkan aku harus menahan suara2 nista gadis2 penggemarku yang gila.
Beberapa saat kemudian akupun sampai didalam kelasku. seperti biasa, keadaannya ramai tapi tak begitu menyenangkan. setelah mengucapkan selamat pagi secara formal, aku segera melangkah menuju tempat dudukku yang berada, didekat jendela pada barisan ke-3 dari depan sebelah kanan, menurutku itu posisi yg bagus karna aku tak perlu mencuri-curi pandang ke tempat lain selain taman belakang sekolah jika sedan suntuk di dalam kelas.
beberapa menit setelahku sampai didalam kelas, belpun berbunyi nyaring, tanda pelajaran akan segera di mulai. Di depanku Daiki telah duduk manis sambil memegang pulpen kebanggaannya, dia salah satu anggota boybandku dan juga salah satu sahabat terbaikku.

Tbc.....