Sabtu, 08 Februari 2014

Kaze no Uta (10)
Cast: Inoo Kei, Arioka Daiki, Miyuki Watanabe, Sayaka Yamamoto
Genre: Friendly, Romance
Rating: T

****
seseorang memasuki kelas idol setelah memastikan seluruh isi sekolah telah sepi dari siswa maupun guru. Dia terkikik mendapati sepucuk surat diatas sebuah meja di kelas tersebut.
''Inoo-san, waktunya melihat keseriusanmu '' ucapnya sambil menyeringai. Beberapa saat kemudian setelah mengambil surat tersebut, diapun menghilang.
Langit Sore nampak begitu indah, panorama kecantikan cakrawala berwarna oranye kecoklatan menyeruak dengan biasnya di sepanjang garis cakrawala langit hari itu. Inoo dan Daiki sedang dalam limosin yang sama, mereka hari ini pulang bersama dikarenakan ada kegiatan utk grup band mereka.
Inoo sedari tadi hanya menatap kosong keluar jendela, pandangannya terruju pada semburat indah dipucuk cakrawala sore yang indah itu.
''oi, Inoo-chan, apa uang sedang kau pikiran?'' tanya Daiki sembari menepuk bahu Inoo, menyadarkannya dari lamunannya. Inoo berbalik menatap sahabat karibnya itu.
''aah, tidak sedang memikirkan apa-apa.'' jawab Inoo bohong.
''ayolah, bersemangatlah sedikir, sebentar Yuya dan yang lain akan datang ke rumahmu utk latihan, apakah studiomu masih bersih seperti dulu?'' ucap Daiki sambil berpose berpikir.
Sepanjang kalimat yang diucapkan Daiki, terlihat Inoo sama sekali tak menanggapinya segetirpun, ia masih menatap kosong keluar jendela, bahkan sampai mereka tiba di Mansion kebesarannya, Inoo masih tak menyadarinya karna terlalu sibuk berpikie tentang identitas si pengirim surat.
''emm...., Inoo-chan, kita sudah sampai'' tegur Daiki.
''ah, iya, baiklah'' jawab Inoo sedikit tergesa, membuat Daiki menatapnya aneh.
Mereka segera keluar menuju mansion megah yang sudah terpampang kokoh di hadapan mereka. Ketika Inoo dan Daiki memasuki mansion tsb, para Miku dan Butler langsung berjejer memberi sambutan.
Daiki dan Inoo segera menuju ruangan studionya.

**Inoo POV**
sebenarnya apa yg terjadi padaku? Bahkan untuk sesaat semenjak pagi ini, aku sama sekali tidak bisa mengalihkan pikiranku dari surat itu, dan fatalnya lagi, sepertinya kepalaku menderita komplikasi dengan terus menerus menanyakan siapa pengirim surat itu.
Aku dan Daiki memasuko ruangan Studioku, yah meskipum terasa sangat anwh jika kau ingin melakukan sesuatu yg lain tetapi memikirkan hal yg lain pula.
Aku masih berkutat dgn gerutuku saat kusadari sosok uang selama ini luput dari pandanganku telah berdiri tegap dihadapanku, 3 sosok pemuda yang sangat ku kenali sebagai sahabat, saudara, sebagai orang yang sangat dekat denganku. Kupastikan mataku tidak sedanh menipuku sekarang, akupun mengucek kedua mataku, lalu saat aku selesai, sebuah senyum yang langka langsung melengkung dibibirku.
''ternyata benar kalian, hehe...., selamat datang kembali.'' ucapku tulus menyambut mereka. Tanpa berkata apa-apa lagi, aku segera memeluk mereka, mengeluarkan rasa rindu yg menumpuk sepertinya. Jangan salahkan aku, aku memang terlihat seperti ini jika bersama mereka.
''Inoo-chan, kau ini masih sama ya'' ucap seorang pemuda jakung berumur 19 tahun bernama Yabu Kota.
''hai, aku juga merindukanmu Inoo-chan'' timpal sosok yg sama tinggi namun berbeda bernama Takaki Yuya.
''Inoo-chan, kau tambah cantik tau'' ucap pria bernama Yaotome Hikaru, aku tidak tau dia sedang mengejek atau memujiku, tapi aku tidak perduli, dengan adanya keberadaan mereka maka aku akan merasa lengkap.
Aku melepas pelukanku atas mereka dan mulai menatap mereka satu per satu. Mereka bertiga adalah teman dalam satu grup Idolku bernama Heu! Say! Best, meski Johnny's Associate yg telah menerbitkan kami dengan labelnya, tapi kami berpikir untuk memiliki kontrak yg tidak terlalu mengikat. Kendati band kami adl aset berharga Johnny, diapun menyetujui permintaan kami, dan inilah kami, populer dengan gaya kami sendiri.
Band kami telah berdiri semenjak 3 tahun lalu dan pernah beberapa kali memenangkan beberapa penghargaan hadiah nobel di acara pameran musik nasional di Jepang. Lalu setahun yg lalu, Yuya, Yabu, dan Hikaru ke amerika untuk melakukan latihan dan sekolah musik, aku dan Daiki tidak ikut karna kami masih harus mengurusi sekolah kami. Kami berpisah pada Agustus tahun lalu. Saat bunga Sakura mulai berguguran, aku sempat bertanya kapan mereka akan kembali tapi jawabannya tidak tahu, dan aku menunggu mereka sambil berharap mereka akan cepat pulang.
Mereka bertiga juga adalah seniorku di Horikoshi Gakuen yang lulus 2 tahun lebih awal dariku, kendati bahwa umur mereka lebih tua dariku, tetapi kami selalu bermain layaknya teman sebaya.
Oke, kurasa cukup soal perkenalan mereka, aku kini bisa beranjak sejenak dari kesibukanku memikirkan surat sialan itu.

*End Inoo POV*

kelima pemuda yang nampak akur itupun duduk bersama sambil memegangi alat musik masing-masing. Mereka memegang bagian penting vokal dalam setiap lagi mereka, tapi keahlian mereka dalam menggunakan alat musik juga tak kalah berperan penting ikut membuat lagu yang mereka bawakan semakin bagus.
TBC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar