Sabtu, 08 Februari 2014

Kaze no Uta (14)
Cast: Inoo Kei, Syaka Yamamoto, Miyuki Watanabe, dll
Genre: friendly, romance
Rating: T

*****
Miyuki mengatakan rencananya terhadap Sayaka karibnya, air matanya tak tertahankan saat mengatakan semua hal tersebut, tapi sayaka menenangkannya dan meyakinkannya akan pilihannya.
keesokan harinya, di kelas Inoo, seperti biasa, saat jam istirahat tiba dan bel sekolah berdering kencang, ia akan keluar dari kelasnya menuju kelas kekasihnya, Miyuki dan mengajaknya makan siang bersama. Dengan wajah datarnya yang khas, Inoo melangkah menuju kelas Miyuki dengan penuh khidmat tanpa memperdulikan tatapan liar dan aneh dari kebanyakan siswi dijalan tempatnya berlalu. Ketika sampai di ambang pintu ruangan tujuannya, ia berhenti sejenak, lalu kembali melangkah dan membuka pintu tersebut. Mata onyxnya yg indah bak malam sunyi iyu menggerliya menyapu seluruh sudut ruangan, mencoba menemukan sosok siluet yang telah menemani hatinya selama beberapa bulan ini. Namun selama 5 menit terakhir ia berdiri di sana, tak terlihat segetirpun potongan tubuhnya, atau uraian blondienya yg cantik, apalagi suara emasnya yg mempesona itu. yang ia dapati hanya sosok gadis yang selama ini telah menjadi sahabat karib kekasihnya, duduk dibangkunya bersama pandangannya mengambang ke arah jendela.
Posisi dan ekspresi itu memancing rasa penasaran Inoo, iapun beranjak lebih jauh menghampiri gadis yg sedang termenung itu.1
"apa yang kau pikirkan?" sapa Inoo dgn nada datar beserta wajah datarnya juga yg satu paket.
Sayaka sedikit terheyak, tapi segera menyadari sosok itu sesaat setelah mendengar suaranya. ia menoleh, menatap sendu kearah Inoo. onyx bertemu onyx.
"ada apa?" tanya Inoo keheranan dengan tatapan sayaka.
sayaka menggeleng.
"apa kau melihat Yuki? dari tadi aku tidak bisa menangkap sosoknya di manapun, apa dia sakit dan tidak masuk sekolah?"
DEG...
Sayaka merasa tertohok oleh pertanyaan tersebut, ia seperti ditusuk ribuan jarum. apa yg harus dikatakannya pada Inoo utk menjelaskan situasi ini? tidak, ia harus berani.
Sayaka berdiri dari duduknya "ikut aku" ucapnya lirih sambil berjalan meninggalkan Inoo.
"oi, kau belum mengatakan padaku alasannya"
"ikut saja, akan kukatakan semuanya" jawab Sayaka ketus.
Inoo hanya memandangnya datar.

*****

"apa yg kau katakan? kenapa kau baru memberitahuku?" ucap Inoo sedikit marah.
angin bertiup lembut, menampar halus pipi porcelain kedua org tersebut, sembari membisikkan nada kesedihan diambang daun telinga.
"dia yang menginginkannya, dia tidak ingin cintamu padanya dibatasi oleh rasa kasihanmu." jawab Sayaka semakin lirih.
"tapi tetap saja kan... lalu dia menganggapku apa?"
"taukah kau, siapa yg paling dipikirkannya sat ia hendak tidur? kaulah orangnya..." Sayaka mulai terisak kecil, ia berdiri menghadap Inoo yg menatapnya datar "hikss..., taukah kau siapa yg namanya selalu terukir di buku hariannya setiap hari di tiap lembarnya? kaulah orangnya..., hiks..., dan apa kau tau siapa orang yang selalu diceritakannya padaku ketika dia bangun tidur dan memimpikan seseorang dalam tidurnya? kaulah orangnya. jadi jangan berpikir bahwa kau itu tidak berharga baginya..., hiks..., dia mencintaimu lebih dari dirinya sendiri, karna itu dia tak mau melihatmu mengasihaninya dan berusaha terus kuat, ia ingin berada disampingmu dengan ketegarannya..., hiks... dan lagi..." Sayaka tak bisa menahan buliran air matanya, semua tumpah dari kedua buah manik Onyxnya yg indah itu, berusaha menutupinya dgn kedua telapak tangannya. saat ia merasa bahwa ia telah selesai, Sayaka kembali terkejut. sepasang lengan kekar merebah memeluknya, memberikan dirinya kehangatan atas kesedihannya. ia tau tangan siapa itu, ia tahu pemiliknya, ingin rasanya ia mengelak dan menepis lengan itu, tapi ia tidak kuasa melakukannya. kehangatannya terlalu masuk ke dalam, dan tidak dapat dipungkiri bahwa Sayakapun menginginkan kehangatan itu.
"jangan menangis, ini akan terlihat lebih baik. tetaplah bersamaku, aku akan menjagamu sampai si pirang itu datang kembali. aku berjanji"
dan kalimat itu sukses membuat Sayaka terkejut.

TBC......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar