Sabtu, 08 Februari 2014

Kaze no Uta (16)

Cast: Inoo Kei, Sayaka Yamamoto, Miyuki Watanabe
Genre: Romance, Friendly
Rating: T

*****

Sayaka menjemput Miyuki ke bandara, berharap masih bisa melihat wajah bahagia sahabatnya, namun tragis sekali apa yg disaksikannya saat ini. Wajah yg dulu begitu cantik nan memancarkan aura kehidupan, kini kering nan tirus bak tanah kering, tubuh yg sehat itu kurus tertinggal belulang dan kulit yg melapisi. Sayaka begitu kaget sampai2 ia menjerit sekencang2nya, lalu menangis memeluk sosok Miyuki yg begitu menyedihkan dihadapannya, ia tak memperdulikan tatapan heran dari orang lain tentang hal tersebut. Sayaka terus menangis dan memeluk Miyuki, sementara yg dipeluk hanya mampu memasang senyum miris, berusaha menahan air matanya.
"apa yg mereka lakukan padamu!!???? Jika tau hasilnya akan seperti ini aku takkan membiarkanmu pergi!!!" ratap Sayaka.
"daijobu Saya-chan, ini juga akan selesai kok" Miyuki menjawab dgn suara paraunya.
Sayaka mulai memelankan suaranya, melepas pelukannya pada Miyuki dan menatap pasangan suami istri yg berdiri dibelakang Miyuki dgn tajam.
"apa yg telah kalian perbuat padanya?" tanya Sayaka bernada dingin.
"kami sungguh minta maaf, akan kami jelaskan saat pulang. Miyuki tidak boleh terlalu lama di luar" jawab Nakayama.
Akhirnya merekapun pulang ke rumah, lebih tepatnya apartemen Sayaka. Miyuki dibaringkan di sebuah kasur, masih tetap dgn jaket tebalnya.
"jadi, ceritakanlah" ucap Sayaka.
"baiklah. Begini, 3 tahun lalu, saat kami meminta Miyuki mengikuti kami ke Amerika unruk berobat, dia sempat menolak. Beralasan bahwa dia akan menghabiskan sisa hidupnya bersama kalian di sini. Tapi hatapan hidup baginya menurut kami masih ada, dan membuat kami memaksanya utk tetap pergi. Akhirnya dia setuju. Kami berangkat ke Amerika dan langsung pergi ke rumah sakit terbesar di sana untuk mendapatkan pengobatan. Miyuki mengalami banyak sekali prosea pemeriksaan, namun akhirnya hasil mengecewakan yg harus kami terima. Jumlah sel kanker yg menyerang sum sun tulang belakang Miyuki telah berkembang diluar batas, akan menyebabkan kelumpuhan total padanya." jelas Nakayama.
"lalu mengapa kalian tak segera membawanya kemari?"
"masih terlalu cepat. Kami masih mengusahakan kemoterapi. Kemo terapi ini sudah berlangsung 2 tahun, tapi masih dgn hasil yg nihil. Dan sekarang, Miyuki sekarat. Dokter mengatakan dia mungkin takkan sanggup bertemu kalian lagi, tapi semangatnya terlalu besar, dan dia memutuskan utk tetap datang. Dan beginilah keadaannya."
Sayaka menatap Miyuki yg terbaring lemaa diatas tempat tidur.
"baka, seharusnya kau mengabariku soal kondisimu, dan kau sangat bodoh tidak melakukannya. Seandainya kau mengabariku sejak awal, aku akan pergi ke Amerika, meski harua kupaksa si bodoh itu untuk ikut juga ke sana" ucap Sayaka kesal, terlihat buliran bening mulai menetes lagi dari matanya.
"Saya-chan, kau terlihat lebih lembut dari biasanya." sindir Miyuki.
"baka, lagi. Aku hanya seperti ini padamu, orang yg sudah kuanggap saudaraku. Jadi jangan protes soal itu!" sungut Sayaka. Miyuki hanya tersenyum menanggapinya.
"oh ya, Inoo-san, apa dia sehat?" tanya Miyuki.
"jangan tanyakan si bodoh itu. Tentu saja dia sehat, kurasa dia akan kemari sebentar lagi" Sayaka mengusap air matanya.
Beberapa detik kemudian, terdengar suara pintu terbuka, dan langkah kaki yg terdengar angkuh menelusuri jalan masuk apartemen Sayaka.
Beberapa saat kemudian langkah kaki itu berhenti di depan pintu, memperlihatkan sosok seorang pria tampan yg lebih teihat cantik dari pada tampan, seseorang yg juga dirindukan oleh Miyuki.
Saat melihat org itu, mata Miyuki langsung terlihat berbinar, entah kenapa rasanya ada sedikit harapan di sana, meski sayup2 nan kecil.
"Saya-chan, di mana Miyu..." kali ini giliran Inoo yg terkejut melihat sosok Miyuki. Dengan langkah sedikit memburu, Inoo menuju kasur tempat Miyuki terbaringkan, ditatapnya miris sosok yg pernah menjadi kekasihnya (sebenarnya sih masih), lalu iapun memeluk sosok yg tirus itu.
"apa yg terjadi padamu?" tanya Inoo dgn nada sedihnya.
"pelukanmu selalu sehangat ini. Aku merindukanmu." ucap Miyuki.
"aku juga" Inoo melepas pelukannya.
"obaa-san, ojii-san, bisa tolong tinggalkan kami?" pinta Miyuki, dan kedua paruh baya tersebutpun meninggalkan ruangan tersebut, membiarkan ketiga insan itu membicarakan apa yg perlu mereka bicarakan.
"hmm..., menurutmu apa yg mereka bicarakan di dalam?" tanya Nakayama pd istrinya.
"entahlah" dan hanya jawaban singkat yg dia dapat.
Lama kedua paruh baya itu menunggu diluar, hingga sebuah tangisan jerit Sayaka membuat mereka terkejut dan segera masuk ke dalam kamar itu, tapi mereka tau, mereka tidak bisa menemukan sosok Miyuki yg masih bernapas lagi di sana.
Semua org panik, dgn segala usaha, mereka berusaha membawa Miyuki ke rumah sakit. Namun seperti angin berlalu, nyawa Miyuki tak tertolongkan.

Tbc....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar